MIKJEPARA.com, JEPARA – Tradisi budaya dan spiritual yang dikemas dalam Grebeg Mulud nJeporonan kembali digelar. Pelaksanaan Grebeg Mulud yang terhitung sebagai Hadeging Kadipaten Jepara ke-491 kali ini, diawali dengan beberapa ritus keagamaan yang penuh makna spiritual.
Dengan memadukan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Agenda awal dilaksanakan khataman Al-Qur’an, ruwatan bumi Jepara dan penyatuan sumber mata air dan tanah dari beberapa situs leluhur.

Serta diantaranya juga pemasangan cok bakal di empat sisi penjuru perbatasan Kabupaten Jepara. Sebelumnya juga telah dilaksanakan napak tilas ke beberapa sesepuh dan leluhur Jepara antaranya Ratu Kalinyamat, Eyang Citrosomo dan Suto Bondo serta Tumenggung Cendol.
Ketua Panitia Grebeg Mulud, Khoirul Anam menyampaikan bahwa agenda rutin tahunan ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan Praja Hadipuran Manunggal dalam merawat budaya dan tradisi jawa.
“Kami berharap event Grebeg Mulud Njeporonan ini bisa terus dilestarikan, selain sebagai sarana budaya juga ajang silaturahmi kedaerahan,” terangnya
Tahun ini, rangkaian kegiatan Grebeg Mulud nJeporonan menghadirkan beberapa agenda, salah satunya Sedekah Alam dengan menanam pohon bertuah di Loji Gunung.
“Kami memeroleh bibit pohon Kemuning, Dewandaru, Wali Kukun, Nagasari dari beberapa daerah seperti Banjarnegara, Gunung Kawi dll. Kami tanam di Loji Gunung sebagai simbol sedekah alam,” Imbuhnya
Rangkaian berikutnya pada Sabtu (30/8/2025) esok adalah Kirab Bregada Bertombak pemecahan Rekor MURI, Pisowanan, Pagelaran Reog Ponorogo dan Topeng Ireng. Ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya tradisi budaya serta penguatan spiritual masyarakat, sekaligus mempererat ikatan sosial antar warga.
Dipilihnya Loji Gunung sebagai lokasi penanaman pohon, merupakan situs cagar budaya dimana diyakini sebagai petilasan leluhur Jepara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Eko dalam sambutannya menyampaikan,
“Grebeg Mulud tahun ini bukan hanya perayaan budaya dan religi, tapi juga bentuk komitmen kita menjaga alam warisan leluhur. Menanam pohon bertuah di Loji Gunung adalah simbol doa dan harapan agar desa kita senantiasa subur, makmur, dan dijauhkan dari marabahaya,” ungkapnya
Grebeg Mulud Jeporonan menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat dipadukan dengan kepedulian modern terhadap lingkungan. Melalui khataman, ruwatan, dan sedekah alam, masyarakat diajak untuk merawat tradisi sekaligus berkontribusi bagi generasi mendatang. (MIKJPR-04)
Reporter : AD/TB
Editor : Haniev