Benteng Fort Japara Akan Dijadikan Ikon Wisata yang Menarik

0
4

MIKJEPARA.com, JEPARA – Di Jepara terdapat dua benteng peninggalan Belanda dan Portugis. Kedua benteng tersebut adalah Benteng Fort Japara XVI dan Lokasinya berada di kawasan Jepara kota, satu kompleks dengan makam pahlawan. Sedangkan Benteng Portugis terletak di Desa Ujung Watu Kecamatan Donorojo.

Secara umum, Benteng Fort Japara termasuk Benda Cagar Budaya (BCB). Bangunan tersebut dalam kondisi yang relatif baik. Di bagian depan dihiasi dengan taman dan tempat bersantai bagi para pengunjung.

Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam kunjungannya di lokasi Benteng Fort Japara XVI, Sabtu (25/6/2022).

Pintu utama benteng dibuat sedemikian rupa dengan kondisi aslinya. Nuansa khas benteng Belanda begitu terasa pada pintu masuk. Pada bagian dalam terdapat bermacam jenis tanaman yang sengaja ditanam untuk menjadikan suasana lebih nyaman.

Rencananya Benteng Fort Japara akan dipercantik dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai. Hal itu diungkapkan Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam kunjungannya di lokasi tersebut, Sabtu (25/6/2022).

Turut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Ary Bachtiar, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Farikhah Elida.

Edy Supriyanta berharap, bangunan dengan luas 1,69 hektare itu tidak hanya dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan (TMP) para pejuang di Jepara. Tetapi menjadi lokasi wisata bersejarah dan edukasi yang representatif.

“Benteng fort Japara akan kita jadikan ikon wisata yang menarik dan unik “katanya.

Tidak menutup kemungkinan, lokasi tersebut juga didirikan warung kuliner. Dirinya telah memerintahkan dinas terkait untuk melengkapi fasilitas sarana yang belum tersedia. Termasuk musala, sumur, kamar mandi, lampu, dan juga jaringan internet.

Lanjut Edy, untuk merencanakan semua itu butuh proses. Dia menegaskan agar dinas terkait mengajukan di anggaran perubahan tahun 2022 ini.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas terkait untuk mengajukan di anggaran perubahan tahun ini. Mudah-mudahan bisa dan segera teralisasi,”tuturnya.

Setelah itu Edy Supriyanta melanjutkan kunjungannya di alun-alun 1 Jepara. Nantinya untuk tempat baliho pojok ukuran panjang 12,5 dan lebar 2,5 meter akan dibangun tulisan permanen oleh DPUPR. Sedangkan untuk papan baliho akan dipindahkan di sebelah baratnya menghadap ke selatan. (DiskominfoJepara/Sulistiyono)

Tinggalkan Balasan