Cegah Penyebaran Hoaks, I Putu Khrisna Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

0
6

MIKJEPARA.com, JEPARA – Media sosial sudah menjadi kebutuhan primer pada saat ini, dan semestinya media sosial digunakan sesuai fungsinya yaitu untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan hal-hal yang positif.

Namun, tak sedikit juga pihak yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi negatif, atau informasi bohong (hoaks). Masyarakat yang melek teknologi harus bisa mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan media sosial.

Hal tersebut disampaikan Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Dikreg Ke-62 Kompol I Putu Khrisna di sela-sela kegiatan baksos bagi warga terdampak banjir rob di desa Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota, Minggu (29/5/2022).

“Dengan adanya kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini, masyarakat terkadang sulit membedakan antara berita yang benar dan berita hoaks. Saya berharap masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari hoaks,” ujar I Putu Khrisna.

Menurut dia, media sosial saat ini sudah sangat menjawab kebutuhan generasi milenial dan seiring berkembangnya zaman masyarakat dari berbagai kalangan sangat terbantu dengan adanya media sosial terutama dalam hal komunikasi dan informasi.

““Sebetulnya media sosial sangat positif jika kita menggunakannya dengan baik dan benar, tapi menjadi musibah apabila digunakan dengan tidak sesuai dan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Faktanya, saat ini tak sedikit pula oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri dengan menyebarkan hoaks.

“Biasanya hoax bisa kita lihat dari judul. Sekarang banyak berita yang dibuat dengan judul yang provokatif untuk menarik pembaca, namun isi yang ada sudah diubah agar menimbulkan kesan yang salah,” tambahnya.

Dirinya berharap, agar masyarakat dapat menggunakan internet dengan baik, dan jadi pengguna yang cerdas, guna terhindar dari informasi bohong.

“Kita bisa menggunakan media sosial sesuai kebutuhan kita,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya perkembangan teknologi yang semakin cepat di Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu media sosial dapat menjadi media penyebaran informasi yang up to date, dapat memperluas pertemanan, dan sebagai sarana komunikasi untuk mendekatkan yang jauh.

“Namun, dampak negatifnya seperti membuat pengguna menjadi apatis dalam dunia yang sesungguhnya, dan rawan informasi hoaks. Ini yang harus kita waspadai,” jelasnya.

Saat ini banyak situs-situs yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita, dan membuat berita bukan sebagai sarana informasi bagi pembaca tetapi hanya sebagai hiburan.

Ia mengatakan permasalahan tersebut dapat terjadi jika ternyata informasi yang diterima dan kemudian disebarkan kembali merupakan hoaks seperti yang sempat beredar dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam hal ini, dia mencontohkan hoaks yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 justru mengakibatkan masyarakat takut untuk mengikuti vaksinasi.

Kami mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri mengecek kebenaran informasi yang tersebar melalui media sosial meskipun tidak untuk disebarkan kembali. (MIKJPR-01)

Tinggalkan Balasan