Forkompinda Jepara Jalin Silaturahmi dengan Ormas Perkuat Sinergitas

0
4

MIKJEPARA.com, JEPARA – Pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhitung tanggal 3 September 2022 pukul 14:30 WIB. Kenaikan harga beberapa jenis bahan bakar minyak, yakni Solar, Pertalite, Pertamax tentunya sangat berdampak ke warga masyarakat terlebih masyarakat yang kehidupan ekonominya dibawah.

Hal tersebut menjadi perhatian Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta. Pihaknya bersama Forkompinda yang lain, serta Kepala Perangkat Daerah telah melakukan monitoring ke sejumlah SPBU, guna meninjau ketersediaan BBM bersubsidi dan kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Edy Supriyanta dan Forkompinda mengadakan silaturahmi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Se Kabupaten Jepara, guna mengantisipasi kenaikan harga BBM dan kelangkaan, di Pendopo Kartini, Selasa malam (6/9/2022).

Hadir dalam acara itu, Kapolres Jepara AKBP Warsono, Dandim 0719 Jepara Mukhamad Husnur Rofiq, Ketua DPRD Haizul Ma’arif, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jepara Iyus Hendayana, Sekretaris Daerah Edy Sujatmiko, serta Kepala Perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Edy Supriyanta menyampaikan agar masyarakat tidak panik dengan adanya kenaikan harga BBM. Menurutnya, dampak dari kenaikan tersebut, harga kebutuhan pokok masih terkendali.

Lebih lanjut, Edy Supriyanta mengatakan sesuai dengan pengumuman dari Kementerian Sosial Republik Indonesia akan menyalurkan bantuan kepada 172.703 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di mana, masing-masing KPM menerima Rp. 150 ribu yang dibayarkan dalam 2 kali, sehingga setiap penerimaan sebesar Rp300 ribu. Selain itu akan disalurkan bantuan non tunai sebesar Rp200 ribu sehingga KPM akan menerima sebesar Rp500 ribu.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Untuk harga kebutuhan pokok masyarakat masih terkendali,” katanya.

Edy Supriyanta membuka layanan aduan masyarakat melalui portal Nomor Aduan Masyarakat Admin Medsos Pj. Bupati Jepara (085225204470).

“Silahkan masyaraka yang ingin menyampaikan aspirasinya, kami selalu terbuka dan siap menindaklanjuti,”terangnya.

Sementara itu, salah satu anggota ormas, Junaidi dari APEKSI Kabupaten Jepara, menyambut baik forum ini. Dia menegaskan, agar Pemkab Jepara mengambil kebijakan yang kongkret terkait naiknya BBM. Meski naik, stok harus ada dan jangan sampai langka. Pihaknya siap menjalin sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Pemkab Jepara harus mengambil kebijakan, agar BBM stoknya harus ada dan tidak langka,”ucapnya.

Yatini mewakili disabilitas di Jepara, menanyakan bagaimana cara supaya mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dirinya berharap, agar BLT yang disalurkan tepat sasaran, sehingga sampai kepada yang berhak menerima.

“Mohon kepada Pak Bupati, supaya BLT disalurkan kepada yang berhak menerima, sehingga tepat sasaran,”tuturnya. (MIKJPR02)

Tinggalkan Balasan