Gelar Do’a Bersama Kanjuruhan, Ribuan Suporter Jepara Hanyut Dalam Duka

0
34

MIKJEPARA.com, JEPARA – Ribuan suporter dan pendukung sepak bola dari berbagai komunitas di Jepara, utamanya Persijap menggelar do’a bersama untuk para korban jiwa akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, beberapa hari lalu.

Mereka berkumpul di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, pada Selasa (4/10/222) malam. Dalam suasana berkabung, semua mendoakan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sejumlah suporter hanyut dalam duka, seraya berdo’a untuk para korban jiwa tragedi Kanjuruhan Malang. (Foto : MIK Jepara)

Para suporter hadir mengenakan pakaian hitam bersila dan menundukkan kepala. Dipimpin ustadz setempat, mereka melantunkan tahlil yang dikhususkan kepada ratusan korban jiwa saat gelaran pertandingan Arema FC Vs Persebaya.

Para suporter tak membawa identitas kelompok suporter seperti biasanya. Mereka memilih menyeragamkan pakaian gelap sebagai wujud berkabung. Tak hanya membaca tahlil, para suporter itu juga menyalakan lilin.

Aksi sendiri dimulai pukul 19.45 WIB, setelah sejumlah pemain dan jajaran manajemen Persijap hadir ditengah-tengah suporter. Perwakilan manajemen dan pemain lantas menyalakan lilin dengan bendera Arema serta beberapa kuntum bunga mawar sebagai tanda duka cita.

Mereka menjaga nyala api sembari merapalkan doa-doa yang dikhususkan bagi para korban tragedi itu. Raut wajah mereka tampah sedih. Sembari menundukkan kepala dan memanjatkan doa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Massa aksi tidak bisa membendung air mata saat memanjatkan doa.

Salah satu pemain Persijap Jepara, Qischil Gandrum Minny, yang juga mantan pemain Arema, mengaku sangat terpukul dengan tragedi di Kanjuruhan itu.

Ia tak bisa membayangkan betapa mengerikannya situasi saat insiden itu terjadi.

“Saya sangat kaget. Terpukul. Karena saya dulu pernah bermain di sana,” ungkap Qischil.

Harapan Qischil, para korban meninggal bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berdoa supaya tragedi serupa tak akan terulang lagi. Kepada para suporter Persijap, Qischil berpesan agar bisa lebih dewasa dalam menghadapi segala situasi yang dijalani Laskar Kalinyamat.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Presiden Persijap Jepara, Muhammad Iqbal Hidayat. Ia berharap tragedi itu menjadi pembelajaran bagi seluruh suporter di Jepara dan seluruh elemen sepak bola di Indonesia.

“Ini momen paling penting untuk kita bisa belajar bersama. Belajar mencintai sepak bola dengan dewasa,” tutur Iqbal. (MIKJPR-01)

Reporter : purw/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan