Jepara Siaga Potensi Bencana, Gelar Apel Pasukan Hadapi Musim Hujan

0
10

MIKJEPARA.comJEPARA – Dalam rangka mengantisipasi bencana alam tahun 2022, Pemkab Jepara gelar apel siaga. Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta memimpin langsung apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Alun-alun 1 Jepara, pada Rabu (25/10/2022) pagi.

“Apel kesiapsiagaan bencana ini kita laksanakan, bahwa kita siap siaga apabila sewaktu-waktu ada bencana. Kita tidak usah kontak-kontakan sudah langsung mana yang bisa dilakukan,” ungkap Edy dalam sambutannya.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta pimpin apel siaga bencana di Alun-alun 1 Jepara pada Rabu (26/10/2022) (Foto : MIK Jepara)

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana ini juga harus disampaikan ke bawah dari tingkat kelurahan dan RT/RW. Kesiapsiagaan harus ditingkatkan dan dikuatkan karena bencana bisa datang tiba-tiba tidak disangka. Namun ia berharap hal tesebut tidak terjadi.

“Maka saya sudah minta ke BPBD untuk memantau cuaca karena saat ini susah diprediksi. Paling tidak berkomunikasi dan cuaca kita ini jangan dilihat di Jepara saja tapi juga kawasan Muria Raya karena juga berdampak, mudah-mudahan tidak terjadi,” pesannya.

Untuk itu ia berpesan kepada semua komponen serta komunitas untuk siap dan hadir. Karena menurutnya yang namanya bencana harus ditangani bersama-sama tidak hanya wilayah masing-masing saja. Sehingga ia berpesan agar kolaborasi di antara semua saling dikuatkan dan dijaga.

Apel gabungan ini melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinkes, DLH, DPUPR, Satpol PP dan Damkar, Dishub, PMI, Basarnas, serta unsur relawan.

Dengan meningkatkan antisipasi dan mitigasi diharapkan dapat meminimalisir dampak yang akan timbul dari bencana alam. Ia memastikan seluruh komponen di Jepara siap menghadapi bencana.

“Semua kekuatan kita telah siap menghadapi risiko bencana. Jika ada bencana, semua unsur akan nyengkuyung dan all out membantu,” kata Edy.

Edy Supriyanta menyampaikan jika Pemkab Jepara melalui BPBD sudah melakukan mitigasi bencana jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti edukasi, pembinaan desa, maupun pelatihan relawan. Harapannya agar masyarakat menjadi subjek yang berdaya dalam proses penyelamatan bencana.

“Mengingat fakta bahwa yang melakukan penyelamatan bencana, lebih dari 96 persen adalah dirinya sendiri, keluarga, tetangga, serta masyarakat sekitar,” tuturnya.

Seperti diketahui, BMKG telah merilis prakiraan curah hujan menengah hingga tinggi terjadi pada Oktober sampai dengan Desember 2022. Sementara untuk puncaknya, khusus di wilayah Jawa Tengah termasuk Jepara akan terjadi pada November 2022 hingga Februari 2023.

Di tengah cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, hampir 50 persen wilayah di Kabupaten Jepara menjadi prioritas dalam kewaspadaan kebencanaan. Seperti banjir, tanah longsor, dan bencana lain yang menyertai cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, apel kali ini penting untuk dilaksanakan sebagai wujud sinergitas di antara semua unsur. 

“Berdasarkan data indeks risiko bencana Indonesia tahun 2021, kita menempati urutan ke-269 nasional dan kesepuluh di Jawa Tengah,” jelas Edy.

Setelah apel rampung, Penjabat Bupati Jepara bersama unsur Forkopimda mengecek sejumlah peralatan penanganan kebencanaan. Mulai dari gergaji mesin, perahu karet, hingga tenda darurat. (MIKJPR-01)

Reporter : BU/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan