Kedaireka UNISNU, Manfaatkan Limbah Faba Untuk Aneka Produk Bernilai Ekonomi

0
19

MIKJEPARA.comJEPARA – Berbagai program diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) dalam rangka mendukung Perguruan Tinggi untuk mengimplementasikan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

UNISNU Jepara menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mandapatkan hibah lewat program Kedaireka. Tim dosen dan mahasiswa pun menggandeng para mitra DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) untuk memanfaatkan program tersebut, salah satunya dengan berinovasi lewat hasil limbah.

Tim Kedaireka UNISNU Jepara saat melihat proses pengolahan limbah faba di salah satu tempat produksi di Mlonggo Jepara (Foto : MIK Jepara)

Program Kedaireka Dikti merupakan upaya yang dilakukan Kemendikbud dalam meningkatkan kreativitas Perguruan Tinggi dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di dunia kerja dengan melakukan sinergi antara dunia kerja dan Pendidikan tinggi.

UNISNU kali ini mendapatkan program Matching Fund Kedaireka tahun 2022, bermitra dengan DUDI di wilayah Kabupaten Jepara. Ditunjuklah PT. Prima Duta Kencana – Primix merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri jasa konstruksi bangunan berdomisili di Mlonggo, Jepara.

Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan matching fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap delapan indikator kinerja utama (IKU) yang ditetapkan Kemendikbud.

Agar lebih link and match, ditunjuklah tim dosen UNISNU yang bertugas dalam program Kedaireka kali ini dari berbagai multi disiplin ilmu.

Antaranya, Yayan Adi, Sa’dullah Assaidi, Samsul Arifin, Jati Widagdo serta dibantu oleh 26 mahasiswa yang ditugaskan dalam 3 divisi, dengan berbagai kompetensi keilmuan.

“Kami masih mencari formula yang tepat untuk mengolah limbah faba tersebut untuk apa saja, mungkin arahnya untuk menjadi produk yang laku secara ekonomi dan bernilai seni,” terang Yayan ketua tim.

Dalam MBKM sendiri, mahasiswa diberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan dunia kerja, program Kedaireka Dikti memberikan kesempatan dosen untuk mengaplikasikan penemuan atau sistem informasi atau teknologi yang dihasilkan melalui kegiatan di kampus untuk dapat diterapkan.

“Dari MBKM dan Kedaireka sebenarnya saling mendukung karena nanti dari program MBKM kita bisa mengirim mahasiswa dalam program langsung ke mitra-mitra yang menerapkan teknologi yang diberikan oleh kampus.”

imbuhnya Platform kedaireka Dikti diperuntukkan untuk semua program studi dan universitas. Untuk program ini pun, satu Universitas dapat mengirimkan satu proposal Kerjasama dengan satu mitra hingga lebih dari satu mitra tergantung dari paket inovasi yang nanti ditawarkan di dalam kedaireka itu sendiri.

UNISNU telah menjalankan program kedaireka mulai bulan Oktober, dan akan berakhir pada Jnauari tahun depan. (MIKJPR-01)

Reporter : BU/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan