Peringati HUT ke-17 Himpaudi, Guru PAUD Suar Identitas Budaya Lokal

0
12
Puncak perayaan HUT ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) di lapangan Pantai Kartini, Kamis (25/8/2022) pagi. (Foto: Diskominfo Jepara)

MIKJEPARA.com, JEPARA – Para guru PAUD didorong untuk turut merawat identitas budaya lokal. Mereka diminta menjadi suar pelestarian, mengenalkan dan mengajarkan kepada murid-muridnya.

Pelestarian budaya ini dapat dimulai dengan cara membiasakan diri, menggunakan bahasa Jawa dalam proses pembelajaran anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Disdikpora Jepara Ali Hidayat yang mewakili Pj Bupati Edy Supriyanta saat puncak perayaan HUT ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), di lapangan Pantai Kartini, Kamis (25/8/2022) pagi.

Ali Hidayat mengatakan, pentingnya mengenalkan indentitas budaya lokal pada masa keemasan anak. Sebab, banyak terkandung nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan.

“Jangan sampai kuwalik-walik, bahasa asingnya yang sering diberikan kepada peserta didik kita. Tetapi, bahasa Jawa kita yang adiluhung jangan sampai ditinggalkan,” ujar Ali.

Lebih lanjut Ali mengingatkan, tujuan utama pendidikan adalah keberhasilan mengembangkan kecerdasan anak secara menyeluruh. Mulai dari kemampuan berpikir, spiritual, sosial emosional, ketangkasan olah tubuh, dan keterampilan seni.

Oleh karenanya, para guru PAUD sentiasa memiliki komitmen kuat memberikan pembelajaran yang berkualitas. Mampu memetakan kemampuan murid untuk lebih mengenali potensi mereka, agar alur transfer ilmu lebih fleksibel.

Harapannya, anak-anak usia dini tumbuh menjadi generasi maju demi mewujudkan era Indonesia emas 2045.

“Ajarkan akhlak mulia, menghormati kebinekaan, budayakan untuk gotong royong, berpikir secara rasional, mandiri, serta kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Puncak perayaan Semarak Pitulas Tahun Himpaudi sangat meriah yang dimulai dengan senam bersama. Tampak raut ceria terpancar dari wajah para pendidik PAUD yang datang dari tiap-tiap wilayah kecamatan. (MIKJPR-01)

Tinggalkan Balasan