Rakor FPRB Jepara, Sinergi Kawal Penyusunan Dokumen Kebencanaan Daerah

0
46

MIKJEPARA.com, JEPARA – Setelah dikukuhkan secara resmi oleh Bupati Jepara beberapa waktu lalu, kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Jepara kini tengah mempersiapkan beberapa langkah kerja dalam membantu peran Pemkab dibidang penanggulangan risiko bencana.

Dimana Jepara sendiri merupakan salah satu daerah di Indonesia yang secara geografis terdiri dari pegunungan, perbukitan, dan pantai yang memiliki potensi ancaman bencana yang tinggi.

Rakor FPRB Jepara, turut dihadiri Kalak BPBD dan sejumlah anggota forum. (Foto : FPRB Jepara)

Bahkan menurut indeks risiko bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Jepara menempati urutan ke-10 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan urutan ke-157 secara nasional, dengan nilai skor 163,20 poin.

Rapat koordinasi seluruh anggota yang terdiri dari unsur OPD, TNI-Polri, Akademisi, Relawan, Ormas, Wartawan serta pelaku Dunia usaha ini digelar pada Jum’at (1/4/2022) bertempat di aula Kantor BPBD Jepara. Dalam kesempatan ini turut dihadiri juga oleh Kalak BPBD Arwin Noor Isdianto.

Ia pun berpesan pada pengurus FPRB, untuk ikut berperan aktif dalam penyusunan beberapa dokumen kebencanaan yang saat ini tengah dianggarkan di legislatif. Direncanakan di tahun 2023 nanti, Kabupaten Jepara sudah memiliki dokumen yang diperlukan dalam proses mitigasi, rencana kontijensi dan beberapa dokumen pendukung lainnya.

“Mengurus rumah besar seperti FRPB tidak mudah. Sebab itu, diperlukan kekompakan dan harus bisa jalan bersama. Nantinya kita akan ajak kerja bareng, agar bisa lebih sinergi dengan BPBD,” ujar Arwin.

Sementara itu, rencana penyusunan beberapa dokumen ini meliputi Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Kontijensi (Renkon) dan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) di Kabupaten Jepara secara menyeluruh.

Dipilihnya FPRB sebagai mitra Universitas Gajahmada (UGM) nantinya karena disini tempat bertemunya dan berkumpulnya para pihak pemangku kepentingan (multi stakeholder), baik individu maupun lembaga yang mempunyai perhatian dan kepedulian yang sama terhadap agenda pengurangan risiko bencana utamanya di wilayah Jepara.

Untuk itu, ia berharap bagaimana ancaman itu dapat diantisipasi dari sisi pengurangan risiko bencananya, sehingga bisa meminimalisir korban dan kerugian saat terjadi bencana.

Ketua FPRB Jepara, Fatchur Rohman menyatakan bahwa saat ini melihat beberapa potensi bencana di lapangan sangat bervariatif mulai dari tanah longsor, abrasi, banjir, DBD, kebakaran, kekeringan, gempa bumi, malaria bahkan hingga bencana sosial.

“Kami ajak untuk duduk bersama pihak terkait, agar ancaman risiko bencana ini bisa di minimalisir. Dan kita dorong SDM yang ada untuk lebih sigap, apalagi BPBD Jepara diharapkan bisa naik kelas pada tipe A, dengan melihat kompleksitas risiko bencana yang ada,” ungkapnya saat memberikan pengarahan.

Bahkan jika melihat instruksi Presiden Jokowi, saat ini semua daerah di Indonesia tengah di dorong untuk aktif dan secara berkala melakukan mitigasi bencana. (MIKJPR-01)

Reporter : Ft/xpo
Editor : Haniev

.

Tinggalkan Balasan