Samudra Mulya, Baju Pengantin Adat Pesisiran Jepara Kini Bisa Dikenalkan Publik

0
32

MIKJEPARA.com, JEPARA – Suara gamelan mengalun merdu terdengar dari Pendopo Kabupaten Jepara, sejumlah alat musik yang dibawakan grup “Cokekan” Margo Langit menandakan dimulainya prosesi temu manten. Dimana bertemunya dua rombongan pengantin putra dan putri.

Acara tersebut diperagakan secara luwes oleh sejumlah orang dengan mengambil tema adat pesisiran jawa. Antaranya ada yang memerankan sebagai pengantin, orang tua mempelai, hingga “pangombyong” tamu undangan. Semuanya nampak mengenakan baju adat khas jawa pagi ini, Jum’at (29/12/2023).

Prosesi adat jawa saat temu manten, diperagakan pada acara Sosialisasi Pakaian dan Tata Rias Pengantin Khas Kabupaten Jepara di Pendopo Kartini Jepara, Jum’at (29/12/2023). (Foto : MIK Jepara/Imam)

DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Jepara, berkolaborasi dengan DPD Tiara Kusuma menggelar rekonstruksi sekaligus memamerkan tata rias dan baju pengantin khas kota ukir yaitu Samudra Mulya, yang banyak di dominasi warna khas hijau daun.

Inovasi ini pun mendapat apresiasi dari berbagai elemen organisasi yang dikemas dalam kegiatan Sosialisasi Pakaian dan Tata Rias Pengantin Khas Kabupaten Jepara bertempat di Pendopo Kartini Kabupaten Jepara.

Ketua Panitia, Siti Akidatun mengungkapkan karya bersama ini harapannya dapat mendukung sektor pariwisata di Jepara agar lebih bergairah. Dinamakan Samudra Mulya, karena merupakan nama yang mengkombinasikan dari aspek tata rias dan baju adat khas yang dimiliki Jepara.

“Alhamdulillah Jepara sudah mendapat ciri khas yang berbeda dari kota/kabupaten lain, karena Jepara merupakan daerah pesisir jadi dinamakan Samudra Mulya, tentu tata rias ini sudah dirunut dari referensi beberapa waktu silam,” ujar Siti dalam sambutannya

Imbuhnya, berbagai organisasi pun banyak terlibat untuk menyukseskan kegiatan tersebut, antaranya pegiat adat Jawa mulai dari Permadani, Pepadi, hingga komunitas dekorasi Padera, serta komunitas fotografi JPC. Selain itu, banyak pihak juga turut membantu merumuskan agenda besar tersebut baik dari OPD terkait hingga anggota dewan.

“Telah disahkannya SK Bupati Jepara nomor 430/249 pada 10 Oktober 2023 lalu, ini menjadi bekal kami dalam misi mengembangkan potensi tersebut, tentunya lewat LSP/LPK yang ada di Jepara,” ungkapnya pada MIKJepara.com, Jum’at (29/12/2023)

Kombinasi ini antaranya mulai dari beberapa hal, HARPI menciptakan busana dan hiasan, Tiara Kusuma menciptakan Sanggul Dewi, Permadani sendiri menghantarkan jalannya acara, serta Pepadi yang memberikan nilai filosofi jawa pada rangkaian kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakapolres Jepara Kompol Indra Jaya Saputra yang didapuk mewakili Forkopimda dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilaunchingnya baju pengantin dan tata rias adat Jepara.

Perwira Polri asal Palembang tersebut, pun mengaku dirinya bangga dengan hasil karya tersebut. Ia yang mengaku sebagai pria keturunan Jawa mengagumi karya tersebut, ini mencirikan bahwa tampil beda diacara pernikahan itu merupakan nilai tersendiri di setiap daerah.

“Harapan kami tentunya baju pengantin khas pesisiran Jepara ini bisa eksis dikenal dan kembali digunakan dalam upacara pengantin,” pesannya

Selain itu beberapa figur juga nampak ikut mengenakan baju tersebut, antaranya Ketua KADIN Jepara, Andang Wahyu Triyanto, Kepala Disparbud Moh Eko Udiyyono juga turut memerankan diri sebagai orang tua kedua mempelai pengantin. (MIKJPR-01)

Reporter : MO/DA
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here