Tangis Haru, Iringi Nakes RSUD Kartini Yang Gugur Malam Tadi

0
24

MIKJEPARA.comJEPARA – Tepat pukul 20.00 WIB, bertempat di halaman depan RSUD Kartini Jepara nampak puluhan orang sedang berkumpul. Dalam suasana duka, mereka bersama-sama memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu pahlawan di garda terdepan penanganan pandemi covid-19 di Jepara tersebut.

Secara institusi, keluarga besar RSUD Kartini Jepara pun melakukan pelepasan jenazah sesaat sebelum diberangkatkan ke rumah duka.

Rekan sejawat di RSUD Kartini, memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhumah malam tadi, Rabu (24/6/2020)

Almarhumah yang merupakan salah satu perawat senior di RSUD Kartini ini, mendapatkan penghormatan terakhir dari seluruh jajaran RSUD Kartini Jepara, pada Rabu (24/6/2020) malam.

Kabar kepergian Almarhumah Ibu SF (56), warga Bandungrejo, Kalinyamatan, Jepara ini pun sempat ramai di media sosial. Berbagai ucapan duka cita dan simbol pita hitam bagi nakes pun meramaikan timeline medsos.

Direktur RSUD Kartini Jepara, dr. Dwi Susilowati menyatakan bahwa keluarga besar RSUD Kartini menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhumah.

“Kami merasa sangat kehilangan sekali. Kami sampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhumah. Bela sungkawa kami mengiringi kepergian beliau, semoga husnul khotimah. Beliau telah memberi kamu tauladan tak ternilai di masa pandemi saat ini. Selamat jalan ibu, doa kami untuk anda,” ujar dr Dwi Susilowati, Rabu (24/6/2020) malam.

Mereka berjajar bersama, semua tenaga medis terlihat saling menguatkan di tengah resiko besar yang harus mereka hadapi di masa pandemi saat ini.

Almarhumah SF sudah mengabdikan diri di RSUD Kartini Jepara selama kurang lebih 28 tahun. Ia diketahui jatuh sakit dan kemudian dirawat di RSUD Kartini Jepara, sejak 18 Juni 2020 lalu.

Saat itu almarhumah sudah diketahui reaktif rapid, menyusul di lakukannya rapid massal di lingkungan RSUD Kartini Jepara. Meninggalnya perawat senior ini tentu menimbulkan kesedihan mendalam, terlebih lagi di saat pandemi covid yang telah banyak menguras tenaga dan pikiran semua tenaga kesehatan yang ada.

Almarhumah sudah menunjukan gejala terpapar Covid-19, yang pada kenyatannya sudah memapar sekitar 50 orang tenaga kesehatan di RSUD Kartini Jepara. Saat itu SF dalam kondisi panas dan disertai batuk.

Sejak itu yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi. Namun Tuhan yang Maha Kuasa akhirnya mempuyai kehendak lain dan memanggil beliau untuk ‘pulang’ pada pukul 16.30 WIB, Rabu (24/6/2020).

Pihaknya meminta hal ini bisa menjadi sebuah momentum bagi bangkitnya kebersamaan yang lebih solid dalam upaya penanganan Covid-19 di Jepara. (MIKJPR-01)

Reporter : Koko
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan