Temui Pengelola Hotel Restoran Karimunjawa, Pj Bupati Jepara Terima Curhatan

0
7

MIKJEPARA.comJEPARA – Karimunjawa dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik dan indah, baik bagi wisatawan domestik maupum mancanegara. Hal inilah yang menjadi magnet bagi pulau terluar di Kabupaten Jepara ini, dikunjungi para wisatawan di akhir pekan untuk berlibur.

Sejumlah pemilik dan pengelola hotel restoran yang tergabung di Paguyuban Penginapan Restoran Karimunjawa (PPRK) pun merasa senang dengan perkembangan tersebut. Namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus mereka dalam memberikan servis pelayanan kepada tamu. Utamanya beberapa masukan dari tamu yang hendak disampaikan kepada stakeholder terkait.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama rombongan OPD terkait bertemu pengurus PPRK baru-baru ini. (Foto : MIK Jepara)

Terkait hal tersebut, anggota PPRK yang dalam waktu dekat ini ingin membentuk wadah PHRI Karimunjawa juga berkesempatan audiensi dengan Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat berkesempatan berkunjung di Karimunjawa.

Pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Breveazurine Lagoon Resort pun berlangsung penuh kehangatan. Mengingat baru kali ini para pelaku pariwisata bisa berhadapan langsung dalam satu forum, mulai dari para peserta audiensi, maupun kepala dinas OPD terkait. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekda Jepara, kepala dinas Pariwisata, DPUPR, DLH, Dishub, Diskominfo, dan DPMPTSP.

Ketua PPRK, Brian mengungkapkan bahwa keinginannya bergabung dengan PHRI memang dalam rangka peningkatan SDM di Karimunjawa. Apalagi saat ini ada beberapa isu dan masukan dari insan pariwisata untuk permasalahan di Karimunjawa. Mulai dari permasalahan jalan, sampah, infrastuktur Karimunjawa yang masih perlu pembenahan.

“Kami menerima masukan dari teman-teman lainnya, tentunya hal ini akan kami sampaikan pada pemerintah agar menjadi perhatian utamanya terkait SDM, sampah, jalan, penerangan dan sebagainya. Intinya banyak yang ingin kami sampaikan,” ungkap Brian yang juga merupakan pengelola Bukit Love Karimunjawa.

Satu persatu masukan disampaikan, salah satunya terkait sampah hasil industri hotel yang belum bisa ditampung secara maksimal. Jalan trans Karimun – Kemujan yang masih perlu perbaikan, hingga lampu penerangan jalan di titik kawasan yang masih gelap dan rawan.

Permasalahan yang disampaikan pun lansung dijawab oleh kepala OPD terkait, mereka berjanji akan memberikan perhatian khusus bagi Karimunjawa tentunya secara bertahap.

Sementara itu Edy Supriyanta, berfokus pada pengelolahan sampah yang kini sudah difasilitasi oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karimunjawa. Harapannya Karimunjawa yang masuk dalam desa wisata rintisan ini bisa bebas dari sampah.

“Kita sudah bangun lokasi baru, nanti DLH yang akan menunjukkan progresnya sampai mana. Semoga problem sampah di Karimun bisa teratasi,” ujarnya.

Sama halnya dengan soal penerangan, saat ini Pemkab Jepara tengah menyiapkan 30 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi yang gelap saat malam hari guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ini sejumlah pengelola Hotel Restoran di Karimunjawa juga tengah duduk bersama dengan BPC PHRI Jepara, yang diketuai Farah Elfirajun untuk membentuk kepengurusan di Karimunjawa. Harapannya mereka bisa sharing ilmu dan informasi bersama terkait promosi dan sebagainya. (MIKJPR-01)

Reporter : BU/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan