Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Pandemi Covid-19 berdampak secara ekonomi terhadap sektor usaha UMKM, salah satunya juga produk industri rumahan. Misalnya usaha arem-arem milik Bu Harti di Desa Guyangan Kecamatan Bangsri yang menjadi mitra pengabdian masyarakat Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 UNISNU.

Sebagai industri rumahan tradisional, kemasan produk Arem-Arem UMKM Bu Harti masih sederhana, hanya berbungkus daun. Jangkauan pemasaran juga terbatas pada area sekitar. Permasalahan inilah yang menjadi kepedulian tim KKN melakukan pendampingan secara intensif.

Produk Arem-Arem UMKM Bu Harti dari Guyangan Bangsri. (Dok : Foto PPKKN)

“Kami memilih mitra ini karena ingin membantu pemulihan ekonomi, dikarenakan usaha Arem-Arem milik Bu Harti juga terkena imbas pandemi. Kami ingin menaikkan kelas arem-arem dengan pemberian label dan kemasan yang modern,” ujar Muhammad Sun Haji Ketua tim kelompok KKN 41.

UMKM yang didirikan oleh Ibu Harti sejak tahun 2017, awalnya terispirasi dari keramaian pengunjung di Bumi Perkemahan Pakis Aji. Kala itu, Bu Harti melihat sebuah warung di pinggir jalan yang menjual aneka jajanan. Ternyata belum ada jenis makanan arem-arem, hingga Bu Harti berinisiatif memproduksi makanan arem-arem.

Selain pertimbangan praktis bahwa arem-arem mudah dibawa, makanan ini juga bisa dikonsumsi oleh siapapun dan di manapun. Apalagi pada saat itu banyak anak-anak yang mengikuti acara perkemahan. Dalam perkembangannya, pesanan arem-arem milik Bu Harti meningkat.

Bahkan disetorkan ke beberapa tempat dalam jumlah banyak. Sayangnya, pada masa pandemi ini penjualan arem-arem Bu Harti mengalami penurunan.

Pendampingan pada Bu Harti bertahap pada proses labeling dan pemasaran. Arem-arem yang tadinya hanya berbungkus daun pisang, kemudian ditambahkan label. Pemasaran produk arem-arem juga mulai memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.

“Jadi tidak perlu langsung datang ke rumah. Cukup memesan lewat HP saja bisa langsung order,“ imbuh Sun Haji.

Selain itu, bersumber saran dan masukan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ahmad Saefudin. Tim juga membantu mitra dalam pembuatan dan pemasangan papan usaha. Secara fisik, di depan rumah Bu Harti telah terpasang banner sebagai media informasi penjualan produk arem-arem ke publik. Secara daring, juga telah terpasang alamat UMKM ini di aplikasi Google Maps sehingga pelanggan lebih mudah menemukan lokasinya.

“Tim KKN UNISNU Jepara sangat membantu usaha rumahan saya ini. Kemarin saja pas saya menyetorkan beberapa arem-arem ke warung dengan pengemasan yang menarik dan ada labelnya, arem-arem saya langsung ludes terjual dalam waktu singkat,” ungkap Harti senang. (MIKJPR-01)

Reporter : Mdh/kkn
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan