Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah telah mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) kepada KPU. Partai berlogo beringin itu hanya menyodorkan 35 nama untuk ikut bertarung di Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jepara, Akhmad Faozi mengatakan, tidak terpenuhinya kuota maksimal 50 orang bukan tanpa alasan. Semula ada banyak orang yang ingin nyaleg lewat Golkar. Namun, mereka mundur dengan alasan isu belum pastinya sistem Pemilu 2024. Yakni antara sistem proporsional tertutup atau terbuka.

DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Jepara, mendaftarkan 35 nama bakal calon legislatif (bacaleg) kepada KPU pada Sabtu (13/5/2023). (Dok : KPU Jepara)

Mereka khawatir jika nantinya sistem proporsional tertutup, maka dimungkinkan terjadi persaingan keras untuk mendapatkan nomor urut paling atas. Tak hanya itu, ada pula yang membatalkan niatnya nyaleg karena kesibukan pekerjaannya.

’’Meskipun hanya 35 orang, kami pastikan itu justru lebih berkualitas,’’ kata Faozi, Sabtu (13/5/2023).

Dari 35 bacaleg yang didaftarkan, Partai Golkar memasang 14 bacaleg perempuan. Selain itu, ada juga bacaleg yang berlatarbelakang pengusaha sampai pensiunan tentara. Dengan formasi itu, diharapkan bisa mendulang suara untuk Golkar di Jepara.

’’Kami targetkan 6 kursi. Karena kami pernah mendapatkan segitu. Sedangkan sekarang (hasil Pemilu 2019, red) tidak sampai 6 kursi,’’ sebut Faozi.

Faozi meyakini mesin partainya bisa berjalan maksimal pada Pemilu 2024 mendatang. Saat ini, Golkar Jepara telah memacu sumber daya yang ada untuk kemenangan tersebut. (MIKJPR-01)

Reporter : DA/Xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan