Latih Usaha Pupuk Organik, Perlu Packaging dan Branding Menarik

0
55

MIKJEPARA.com, JEPARA – Kegiatan KKN UNISNU Jepara kali ini menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan mitra strategis di desa. Salah satunya lewat usaha UMKM yang tersebar di seluruh pelosok desa, tak luput diantaranya usaha yang bersumber dari kotoran hewan ternak berupa pupuk.

Pemasaran pupuk organik pun kini diminati oleh sejumlah petani dan pecinta tanaman hias. Kandungan pupuk organik yang memiliki nilai plus, pun perlu dikuatkan dengan branding dan pengemasan yang menarik bagi para konsumen.

Pelatihan e-commerce serta pendampingan branding logo dan packaging pupuk organik, bertempat di taman baca Desa Petekeyan. (Foto : KKN Kelompok 22)

Nilai jual inilah yang sengaja di tawarkan oleh sejumlah mahasiswa peserta KKN dari UNISNU Jepara, khususnya dari kelompok 22 untuk meningkatkan nilai ekonomis suatu produk.

Kegiatan pelatihan ini melibatkan 20 anggota Karang Taruna Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan. Acara pun dibuka langsung oleh Rohman selaku Petinggi Desa. Ia berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini, serapan ilmu tersebut bisa di praktekkan masyarakat.

Desa Petekeyan yang dikenal sebagai Kampung Sembada Ukir ini juga tengah merintis Desa Wisata, diharapkan sektor lainnya yang dapat mengangkat potensi desa tersebut bisa ditampilkan. Salah satunya dari sektor pertanian, banyak pula warga yang memiliki hewan ternak dan memanfaatkan kotorannya sebagai pupuk.

” Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Desa Petekeyan. Serta dari pupuk organik ini dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ungkap Rohman.

Pelatihan ini digelar selama 2 hari mulai Jum’at (19/2/2021), dengan menghadirkan praktisi marketing sekaligus dosen UNISNU Rifqy Roosdhani serta pegiat e-commerce Jepara Ranu Latif.

Rifqy menjelaskan betapa pentingnya branding serta packaging sebagai cara untuk meningkatkan nilai ekonomis produk. Meskipun itu hanya berupa pupuk, ia menggambarkan sekarang orang beramai-ramai menyematkan slogan organik di setiap produk kemasan dan nilai jualnya pun tinggi.

“Kita tidak hanyak organik secara komposisi, tapi juga harus menarik secara branding. Baik logo juga kemasan jual, secara itulah pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk, belum lagi teknik pemasarannya,” terangnya saat mengisi pelatihan.

Peserta KKN UNISNU Tematik Covid-19 kali ini, mendapat kesempatan untuk mengabdikan diri di desa mereka masing-masing, bermitra dengan unsur pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha.

Selama 40 hari, mereka akan menggiatkan berbagai program pengabdian masyarakat utamanya dengan visi “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial” sesuai dengan tema KKN Angkatan ke-X tahun 2021. (MIKJPR-01)

Reporter : PPKKN/Gun
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan