Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah utara Jepara terjadi dalam sepekan terakhir. Hal ini mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling pada Rabu (27/1/2021) malam.

Bencana alam ini terjadi di wilayah dukuh Petung Desa Tempur RT. 04 RW. 02 mengakibatkan bukit setinggi 20 meter tersebut longsor menghalangi badan jalan. Hal ini pun mengakibatkan jalan tersebut tidak bisa di akses warga untuk lewat.

Proses pembersihan jalan yang tertutup material longsoran tebing di wilayah Dukuh Petung Desa Tempur RT. 04 RW. 02. (Foto : Destana Tempur)

Tanah longsor tersebut sebelumnya didahului dengan hujan deras pada sore hari. Akibat tanah longsong tersebut menutup total akses jalan dukuh Petung – Pekoso Desa Tempur.

Petinggi Desa Tempur, Maryono mengungkapkan bahwa potensi tanah longsor di wilayahnya memang masih selalu mengancam saat musim penghujan. Apalagi dengan kondisi alam yang kurang bersahabat, untuk itu pihaknya bersama warga memantau beberapa titik rawan.

“Untuk pembersihan meterial tanah longsor selesai sore ini dengan dibantu relawan Destana dan alat berat bantuan swasta,” ujar Petinggi Tempur Maryono.

Berdasarkan pantauan di lapangan, satu alat berat diturunkan untuk mengeruk runtuhan tebing. Hal ini karena material tanah, kayu dan bebatuan yang menutup jalan sulit di singkirkan dengan tenaga manual.

“Sekitar pukul 17.00 WIB tadi, warga selesai bergotong royong membersihkan jalan. Sekarang sudah normal kembali dan bisa di akses,” terang Junaidi salah satu perangkat desa Tempur.

Sebelumnya juga telah terjadi tanah longsor di Tempur kurang lebih sepekan yang lalu yaitu di wilayah RT.05 RW.02 Kecamatan Keling, Jepara. Tanah Longsor dengan lebar 2 meter dan tinggi 20 meter menyebabkan dinding dapur Samadi jebol serta perabot dapur tertimpa material longsoran. Adapun taksiran kerugian Rp. 8.000.000,- (MIKJPR-01)

Reporter : Jun/Destana
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan