Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Ditengah penanganan pandemi covid-19 ini, tentu menimbulkan berbagai krisis multi dimensi yang harus dilakukan dengan pendekatan multi disiplin, diantaranya di bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan politik. Untuk itu, dalam waktu dekat ini Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menyiapkan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkenaan dengan hal tersebut.

UNISNU Jepara dalam hal ini akan melaksanakan KKN Tematik Covid-19 dengan mengangkat tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial”. Sebagaimana kita ketahui peranan peserta dari mahasiswa-mahasiswi yang berdomisili di desa masing-masing ini diharapkan bisa lebih mengena dan optimal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terlebih dahulu dibekali materi untuk membimbing mahasiswanya di desa. KKN tahun ini akan diterjunkan pada bulan Februari 2021

Sebelum diterjunkan, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terlebih dahulu dibekali materi untuk membimbing mahasiswanya di desa. KKN Tematik covid-19 ini, merupakan gelombang kedua semenjak pandemi ini mendera.

Kegiatan ini di selenggarakan pada Jum’at (15/1/2021) bertempat di Ruang Seminar Pascasarjana UNISNU. Hadir membuka secara langsung Rektor UNISNU Dr. H. Sa’dullah Assaidi, Ketua LPPM Purwo Adi W, serta Ketua Panitia Ariyanto.

KKN UNISNU Angkatan ke-X TA. 2020/2021 ini sedianya akan diterjunkan mulai 15 Februari sampai 26 Maret 2021 berlokasi di desa masing-masing peserta. Tercatat ada 624 peserta, yang menempati domisili wilayah Jawa Tengah, DKI Jakarta hingga Jambi.

Selama 40 hari inilah, mahasiswa mengambil peran di kegiatan KKN untuk menunjukkan kreativitas dalam memetakan masalah dan membangun komunikasi dengan masyarakat berbasis Kemitraan dan Bina Desa. Apalagi kita ketahui, pemerintah sedang gencar untuk mensosialisasikan protokol kesehatan dan program vaksinasi.

Rektor  berpesan dihadapan para DPL, bahwa ini lah konteks KKN di saat pandemi, mahasiswa turun ke bawah melihat apa yang terjadi. Berkomunikasi dan mengabdikan diri pada hal-hal yang bermanfaat. “Mungkin hal semacam ini beberapa tahun ke depan, tidak terjadi dan ini merupakan pengalaman langka,” pungkas Dr. Sa’dullah

Sementara itu, Ketua PPKKN Ariyanto menjelaskan bahwa mahasiswa bisa turun langsung melihat apa yang dihadapi ditengah masyarakat.

“Alhamdulilah kalau nanti yang turun ke desa bisa membantu masyarakat paling tidak sosialisasi bagaimana mencegah, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan ikut mensukseskan program vaksinasi dengan memberikan edukasi. Selain itu juga membantu mitra untuk memulihkan sektor ekonomi dan sosial, karena suara adik-adik sebagai kelompok terpelajar relatif didengar publik,” ujarnya.

Program KKN ini sebagai wujud pembangunan mahasiswa, Kemendikbud berkolaborasi dengan BNPB, Kemendagri, dan stakeholder lainnya mengusung program kolaborasi nasional KKN tematik Covid-19 melibatkan 5.600 mahasiswa lebih dari 200 perguruan tinggi untuk mensosialisasikan adaptasi kebiasaan baru sekaligus aktualisasi praktek belajar. 

Sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi masyarakat dan meramu solusi dari masalah di masyarakat. Salah satu caranya dilakukan dengan KKN Tematik Covid-19, tujuan lainnya ialah membentuk masyarakat di sekitar domisili tempat tinggal peserta KKN yang siaga dan tangguh Covid-19 di tingkat RT/RW dan menjadi agen perubahan sosial.

Serta pemanfaatan teknologi melawan Covid-19 sehingga masyarakat Indonesia bisa menerapkan perubahan perilaku di era Adaptasi Kebiasaan Baru dengan produktif dan aman. (MIKJPR-01)

Reporter : B3/Humas
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan