Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Beredar ramai video aksi protes sejumlah calon wisatawan Pulau Karimunjawa Jepara, mereka kecewa tidak kebagian tiket kapal penyeberangan. Diduga mereka dipermainkan oleh calo hingga petugas, karena sulit mendapat tiket kapal penyeberangan KMP Siginjai.

Dalam video milik @nanangtravelling yang diunggah akun Instagram @mikjepara dan group FB MIK Jepara Official tampak seorang perempuan berdebat dengan petugas. Dia mempertanyakan alasan petugas tiket yang tidak melayani pembelian para penumpang dan mendahulukan calo tiket serta agen perjalanan.

Berjubel antrian pembelian tiket KM Siginjai tujuan Jepara – Karimunjawa, sejumlah calon penumpang harus antri sejak pagi. (Foto : MIK Jepara/Hnv)

“Dari tadi agensi yang kalian layani, calo yang kalian layani. Kami capek nungguin dari tadi minta solusi,” teriak wisatawan itu. Beberapa wisatawan lain tampak menyahuti hal yang sama ke petugas laki-laki berjaket hitam.

Petugas tersebut kemudian menjawab bahwa mereka hanya menjual tiket sesuai kapasitas yang tersedia. Kendati didebat oleh para wisatawan, dia tetap tidak melayani pembelian tiket.

“Sesuai antrean dan kapasitas, sudah habis kita tutup,” ujar petugas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy menerangkan, sistem penjualan tiket secara cashless sebenarnya telah dibuka sejak pukul 02.00 WIB sebelum perjalanan.

Pada saat itu, jadwal keberangkatan menuju Karimunjawa menggunakan KMP Siginjai pada pukul 06.30 WIB menggunakan mekanisme first come first served.

Selanjutnya, pada pukul 05.28 WIB, tiket sudah terjual habis namun masih terdapat antrean. Sesuai regulasi yang berlaku dan kesepakatan bersama stakeholder, penjualan tiket dihentikan karena sudah memenuhi kuota yang ditetapkan BPTD selaku otoritas pelabuhan.

“ASDP selalu berkoordinasi dengan BPTD dan Dinas Perhubungan Jepara terkait persiapan menghadapi high season,” imbuh Shelvy.

Karena kesal tak dapat tiket untuk menyeberang ke Pulau Karimun Jawa, para wisatawan mengusulkan agar tiket bisa dijual online sehingga tidak diborong calo dan agensi. Para wisatawan merasa sudah mengikuti ketentuan dengan mengantre tiket sejak sehari sebelumnya, namun tetap tak mendapat tiket karena habis diduga diborong calo dan agensi.

Viralnya unggahan ini mendapat komentar beragam netizen. Mereka umumnya mengusulkan agar tiket bisa dibeli online.

“Pengalaman nyata iku, wong travel apa calo ga paham, tapi bebas dia keluar masuk loket, akrab banget ama petugas tiket dan dikasi prioritas. Keluar2 bawa tiket segepok namanya sama semua, nama si calo…emang ga bagus sistemnya, kasihan yg antri. Bagusnya pengelolanya diganti aja itu udah masuk angin” tulis Taufik Hidayat Alfarino pada komentar group FB MIK Jepara. 

“Sediakan saja tiket online atau pakai mesin tiket.. yg tidak berhubungan dengan petugas tiket..,” tulis @lazaro_achmad “Hhhh, bnyk calo, dan pas hari tertentu tiket jd siluman,” tulis @jeparasyekhermania (MIKJPR-01)

Reporter : AND/NS
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan