Batal Orkesan, Iuran Akhirnya Untuk Bedah Rumah Warga Langon

0
37

MIKJEPARA.comJEPARA – Berbagai agenda kegiatan di persiapkan warga untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, yang jatuh pada bulan Agustus tahun ini. Namun tentunya akan berbeda cerita, manakala pandemi covid-19 masih menghantui rentetan kegiatan massal untuk merayakan HUT ke-75 RI.

Persiapan pertunjukan orkes dangdut yang sediakala akan digelar dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Desa Langon, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara kali ini harus berubah jadwal.

Rumah warga yang menjadi target program bedah rumah, milik Ibu Sulipah (70) warga Desa Langon RT 5/RW 3 Jepara. Dok : Foto Rhobi

Rumah warga yang menjadi target program bedah rumah, milik Ibu Sulipah (70) warga Desa Langon RT 5/RW 3 Jepara. Dok : Foto Rhobi
Uang hasil iuran yang biasanya digunakan untuk menggelar acara hiburan dangdut, dialihkan untuk kegiatan sosial yakni bedah rumah.

Sebelum masa pandemi Covid 19, biasanya masyarakat Kabupaten Jepara merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan panggung-panggung hiburan. Dangdut atau orkes menjadi ciri khas masyarakat Jepara dalam merayakan Hari Kemerdekaan.

Namun, selama masa pandemi ini pemerintah tegas melarang adanya pentas panggung-panggung hiburan. Sebab, pemerintah ingin memutus rantai peredaran Covid 19 dengan mengurangi konsentrasi masa saat acara kerumunan.

Kali ini, rumah milik Mbah Sulipah (70), janda tua yang hidup sebatang kara menjadi target bedah rumah. Rumah Ibu Sulipah memang sudah tidak layak huni. Namun karena tanah yang ditempatinya bukan milik pribadi, dia tidak bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Provinsi Jawa Tengah, maupun pemerintah pusat.

Rhobi Sani, ketua RT setempat mengatakan bahwa mereka sudah menghimpun iuran warga selama sepekan. Karena tidak memungkinkan untuk mengundang group orkes, berdasar kesepakatan bersama maka mengalihkan uang iuran tersebut untuk membedah dan memperbaiki rumah salah satu warga.

Selama ini, kebiasaan warga dengan menggelar panggung hiburan di Desa Langon RT 5/RW 3 tak pernah absen. Setiap kali memperingati Hari Kemerdekaan RI, warga setempat selalu mengadakan iuran untuk membuat pesta hiburan. Biasanya, panitia mengundang group dangdut untuk merayakannya.

“Kami menyebutnya Rumah Merdeka. Karena dibangun tepat di tanggal 17 Agustus 2020. Ini wujud kepedulian dan kesadaran seluruh warga kepada sesamanya,” kata Rhobi saat dihubungi pada Jumat (21/8/2020).

Rhobi menyebutkan, rumah semi permanen itu dibangun dengan biaya sekitar Rp 15 juta. Dana itu murni dari iuran warga selama sepekan. Pihaknya tidak mengambil serupiah pun dari kas RT. Selain menyokong dengan uang, sejumlah warga juga membantu Sulipah dengan menyumbang kayu, mesin air, pintu, meja dan kursi.

Sementara itu, Suharto selaku Kepala Desa Langon, sangat mengapresiasi tindakan warganya itu. Pihaknya menilai inisiasi untuk mendirikan rumah tidak layak huni tersebut patut dijadikan keteladanan bagi masyarakat luas. Bahwa dalam merayakan sesuatu tidak harus dengan hiburan, melainkan juga bisa dengan membantu sesama warga. (MIKJPR-01)

Reporter : Dian
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan