BPBD Gelar Apel Siaga, Siapkan Relawan Hingga Peralatan Antisipasi Bencana

0
3

MIKJEPARA.comJEPARA – Saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam kondisi siaga bencana, dimana diprediksi datangnya musim hujan berbarengan dengan hadirnya fenomena alam La Nina. Tak terkecuali Kabupaten Jepara, yang sudah terpetakan titik-titik dimana rawan terjadi bencana.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menggelar Apel Gabungan Siaga Bencana bersama seluruh unsur stakeholder dalam menghadapi datangnya musim penghujan tahun ini. Turut hadir dalam apel siaga, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, serta unsur relawan.

Bupati Jepara saat mengecek kesiapan peralatan pada Apel Siaga Bencana di Alun-Alun Jepara, Kamis (18/11/2021). (Dok : Foto BPBD Jepara)

Bupati Jepara, Dian Kristiandi yang hadir sebagai pembina apel menyebut ada beberapa desa yang sangat rawan dilanda bencana sehingga ia menginstruksikan seluruh aparatur yang ada diharapkan bisa siaga 24 jam.

Seperti diantaranya Desa Dorang dan beberapa desa di Kecamatan Nalumsari, beberapa desa di Kecamatan Kedung, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Keling, dan Kecamatan Kembang.

“Ini titik-titik yang cukup harus kita waspadai ekstra. Harapan kita, para stakeholders, khususnya para camat ini saya tekankan,” katanya, usai memimpin Apel Siaga Bencana di Alun-Alun Jepara, Kamis (18/11/2021)

Ia mengatakan, HP aparat yang ditugaskan untuk penanganan bencana tak boleh mati. Komunikasi mengenai penanganan bencana tak boleh berhenti gara-gara masalah tersebut.

”Tidak boleh semenit pun kontak yang bisa dihubungi ini berhenti. Artinya HP–nya juga harus selalu nyala. Bila mana perlu 24 jam memang dia harus ada di wilayahnya. Jadi mereka harus tahu lebih dulu setiap kejadian,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga, dikukuhkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jepara yang terdiri dari beberapa unsur. Bupati Dian Kristiandi berharap dengan pengukuhan FPRB ini maka sinergitas lintas sektor dalam penanggulangan bencana semakin mantap langkahnya.

Andi menyampaikan, pusat koordinasi terkait kebencanaan dipusatkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. Baik dari TNI-Polri atau stakeholders yang berkaitan. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan untuk Kabupaten Jepara terjadi pada Januari 2022. Dengan curah hujan lebih dari 500 mm per bulan.

Sementara itu, berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, Jepara masuk dalam kategori daerah dengan risiko bencana tinggi. Di Jawa Tengah, Jepara menempati urutan ke-12. Sedangkan di tingkat nasional berada di urutan 218 dengan skor 148,77.

Dari penilaian IRBI pula, disebutkan ada tujuh potensi bencana alam yang bisa menimpa Jepara. Antara lain banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrim dan kekeringan. Sedangkan, untuk gempa bumi dan tanah longsor, IRBI menilai Jepara berisiko sedang.

Sepanjang tahun 2021 ini, lanjut Andi, sudah ada 97 kejadian bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran atau kecelakaan laut yang mengakibatkan kematian. “Dua bulan di akhir tahun ini sangat rawan. Kita harus melakukan mitigasi bencana secara bersama-sama,” harap Andi. (MIKJPR-01)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan