Google search engine

MIKJEPARA.comJEPARA – Hadirnya beraneka startup di Indonesia kini kian menjamur, trend startup yang awalnya menyasar kalangan millenial, kini meluas ke berbagai generasi seperti gen Z. Banyaknya keuntungan dari pendirian startup membuat banyak orang tergiur untuk terjun di dalamnya.

Di samping itu, startup di Indonesia memiliki peran penting bagi penyokong perekonomian Indonesia di era saat ini. Apalagi ditengah masa pandemi, diberbagai sektor ekonomi makin mengandalkannnya untuk memberikan solusi praktis dalam bertransaksi. Salah satunya lewat startup baru yang dilaunching Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara baru-baru ini.

Rektor UNISNU Jepara memotong tumpeng, secara simbolis startup Paasaar.Com resmi launching di Kampus UNISNU Jepara pada Kamis (18/11/2021). (Dok : Humas/B3)


Lewat Paasaar.Com, UNISNU Jepara melaunching secara resmi startup baru mereka yang didedikasikan untuk melayani transaksi marketplace lokal di Indonesia. Harapannya pemilik marketplace lokalan bisa berjualan disana, dengan menawarkan berbagai fitur yang dimilikinya.

Rektor UNISNU Jepara, Dr. H. Sa’dullah As’sadi, hadir secara langsung pada acara launching di Ruang Seminar FEB Kampus UNISNU, Kamis (18/11/2021). Startup Paasaar.Com merupakan hasil kolaborasi bersama dengan Kedaireka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), peresmian ditandai secara simbolis dengan pemotongan tumpeng.

Startup merupakan perusahaan yang memberikan jawaban dari permasalahan di dalam masyarakat dengan solusi yang menghasilkan profit bernilai ekonomis..

Turut hadir dalam launching, tim developer yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UNISNU. Tim yang melibatkan praktisi lintas bidang ini terdiri dari Ketua Jati Widagdo bersama 3 dosen lainnya yakni Rifqy R, Harminto serta Fivin Bagus. Selain itu juga menggandeng mahasiswa terdiri atas 4 mahasiswa Prodi Despro, 5 mahasiswa prodi DKV, 5 mahasiswa prodi TI, dan 12 mahasiswa prodi Manajemen.

Ketua tim, Jati Widagdo menyebutkan bahwa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diprakarsai oleh Mendikbudristek ini berasal dari seleksi dana hibah Kemendikbudristek sebesar Rp. 498.660.000 dan dari industri PT. Inkracipta Daya Pesona berupa alat sebesar hampir 500 jt.

“Dinamakan pasar karena apa yang jadi startup (dunia pasar) adalah produk lokal yang online,” ujarnya. Tujuannya adalah membangun sinergitas dengan dunia industri dan dunia usaha untuk menumbuhkan startup-stratup baru, tambah Jati.

Selama ini menurut Jati, marketplace baru lahir tanpa keunggulan tertentu. Kebanyakan mereka lahir hanya berani jualan tanpa sesuatu yang baru. Padahal Jepara ini kota cantik dan potensial untuk marketplace.

“Saat ini ada sekitar 50.000 pedagang online member di Jepara yang digarap oleh marketplace lain,” ujarnya.

Melalui pasar ini kita garap karena ada kelemahan marketplace lain, salah satunya potongan yang terlalu tinggi, hingga pasar ini tidak menjanjikan, tambah Jati.

Sementara itu Rektor UNISNU Jepara, Dr. H. Sa’dullah As’sadi, saat memberikan sambutan mengungkapkan, imbas dari disruption informasi saat ini membuat perubahan inovasi yang begitu dahsyat. Karena itu, disrupting development dengan membuat komunitas berbasis IT, semacam konsorsium akan lebih bermanfaat saat ini.

Apalagi menurut Sa’dullah As’sadi kegiatan pasar sebagai budaya etos kerja di Jepara cukup tinggi. “Pengelolaan secara sistemik sangat diperlukan, termasuk inovasi produk–produk yang harus juga dikembangkan,” ujarnya. (MIKJPR-01)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan