BPBD Jepara Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana di Desa Bucu

0
51

MIKJEPARA.comJEPARA – Bulan November nanti, wilayah Jawa Tengah secara umum telah memasuki musim penghujan, dimana risiko akan terjadinya bencana menjadi kewaspadaan bersama. Baik di tingkat RT/RW, Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

Untuk itu guna memberikan wawasan serta pengetahuan mengenai mitigasi kebencanaan mulai tingkat desa, diselenggarakanlah kegiatan yang di motori oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.

BPBD Jepara menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana di Desa Bucu, Kecamatan Kembang Jepara. Dok : Foto BPBD Jepara


Kegiatan yang digelar di Balai Desa Bucu, Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara selama dua hari ini di hadiri langsung oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko.

Sekda Jepara membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Jepara bagi perwakilan masyarakat di Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari serta Desa Bucu Kecamatan Kembang dalam upaya pengurangan risiko bencana mulai hari Senin dan Selasa (25-26/10/2020).

Sekda Jepara selaku Kepala BPBD Jepara menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan sarana dan prasarana serta mengukur kekuatan dan kemampuan relawan dan masyarakat (desa) dalam upaya mencegah, dan menanggulangi bencana di Kabupaten Jepara dalam mengurangi dampak bencana.

“Kita ingin mengukur sejauh mana kesiapan desa untuk mempersiapkan diri berkenaan dengan dimulainya musim penghujan, baik secara teknis mitigasi bencana serta kesiapan relawan desa dilapangan,” ungkapnya.

Kabupaten Jepara yang terdiri dari pegunungan, perbukitan dan lautan memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana (IRBI) tahun 2018, Kabupaten Jepara berada pada urutan ke-157 secara Nasional dan ke-10 di Jawa Tengah dengan nilai skor 163,20 point.

“Oleh karena itu penting agar setiap komponen masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami, mengetahui dan mampu memetakan serta memiliki perencanaan dalam pengurangan risiko bencana di tingkat desa”, imbuh Edy.

Sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana diikuti 40 peserta dari perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan RT/RW, relawan desa.

Di akhir sambutan, Edy Sujatmiko berpesan kepada seluruh peserta agar tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap perubahan kondisi lingkungan sekitar, untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana. (MIKJPR-01)

Reporter : Purw/Jebs
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan