Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Jika kita berkunjung ke Ibukota Jakarta, sederet toko mebel dan furniture banyak kita jumpai dibeberapa kawasan metropolitan. Contohnya saja di Klender, Manggarai, Matraman, Kemang hingga Kalimalang.

Yang selama ini juga dikenal sebagai pusat atau sentra produk mebeler. Sudah lumrah jika pengusaha mebel banyak menjamur di Jakarta untuk mengadu nasib. Namun tahukah anda, jika Istana Merdeka Jakarta memiliki kisah menarik terkait dengan Kota Jepara dan ukirannya?

Nuansa Jepara sangat terasa kental saat memasuki Istana Merdeka Jakarta, hal ini berkaitan dengan kisah masa lalu bangunan penginggalan Belanda tersebut. (Foto : Istimewa)

Istana Merdeka dulunya menjadi tempat tinggal bagi gubernur jenderal Hindia Belanda pada masa kolonial. Kala itu, Istana Merdeka disebut sebagai Paleis Koningsplein. Lalu pada 1949, Istana tersebut diubah menjadi Istana Merdeka.

Diketahui, pada awal pemerintahan Indonesia, Istana ini menjadi saksi penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.

Penandatangan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat dilakukan pada waktu bersamaan, baik di Belanda (di Amsterdam: pada pukul 10.00 waktu setempat) maupun di Indonesia (di Jakarta dan Yogyakarta: pada pukul 16.00 WIB).

Lalu, pada 28 Desember 1949, Soekarno dan keluarganya tiba di Jakarta dari Yogyakarta, mendiami Istana Merdeka untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Istana Merdeka dihuni oleh Gubernur Jenderal Dr. Hubertus J. Van Mook hingga 1948.

Fungsi Istana Merdeka saat Masa Presiden Soekarno, Ketika Soekarno tinggal di Istana Merdeka ia menggunakan sisi timur Istana Merdeka sebagai kamar tidurnya. Ruangan itu berseberangan dengan ruang kerjanya dan dipisahkan pleh bangsal luas yang dikenal sebagai ruang resepsi.

Kamar tidur Soekarno tidak punya kamar mandi sendiri. Ia dan Fatmawati menggunakan kamar mandi yang terletak di belakang kamar tidur.

Di sisi barat depan Istana Merdeka dipergunakan bagi kegiatan-kegiatan yang lebih resmi. Di sisi serambi depan dan ruang kerja presiden semua merupakan teras terbuka dengan perabotan dari rotan. Sebagian ruangan digunakan menjadi ruang tunggu duta besar sebelum menyerahkan surat-kepercayaan kepada presiden.

Sebagian lagi digunakan menjadi ruang tamu presiden yang dikenal sebagai ruang Jepara karena ruangan ini pada masa pemerintahan Soeharto diisi dengan meja-kursi kayu dan ragam interior dari ukiran Jepara.

Sementara itu, pada ruang kerja Soekarno diisi dengan meja dari kayu masif, setelan kursi tamu dari kulit, dan 2 dinding yang dipenuhi rak buku. Ruang kerja ini mengalami sedikit perubahan saat masa Presiden B.J. Habibie.

Di kawasan Istana Merdeka juga terdapat berbagai arca kunci, salah satunya arca Dhyani Boddisatta yang berasal dari Jawa Tengah pada abad ke-9. Arca ini sudah ada sejak masa Hindia Belanda. (MIKJPR-01)

Reporter : AND/SW
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan