Gelaran Artsotika di Batealit, Tampilkan Aneka Kesenian dan Budaya

0
3

MIKJEPARA.com, JEPARA – Sejumlah seniman yang berasal dari tiga kabupaten di sekitaran lereng Gunung Muria berkumpul di Desa Batealit, Kecamatan Batealit. Mereka menggelar perhelatan seni budaya bertajuk Artsotika Muria jilid tiga, acara ini berlangsung meriah di tengah-tengah masyarakat desa.

Acara bertajuk “Urub Urip Mbalik Mbelik,” para seniman berupaya untuk mengembalikan fungsi belik atau sumber air sungai sebagai sumber laku hidup masyarakat. Belik dianggap sebagai simbol sumber kehidupan masyarakat desa di lereng Muria.

Salah satu pegelaran wayang dongeng yang dibawakan oleh Kak Hasan, mengajak adik-adik mengenal cerita sejarah. Merupakan salah satu rangkaian kegiatan di Artsotika Muria #3. (Dok : Foto Hasan/Ilalang)

Artsotika Muria #3 ini berlangsung mulai hari ini sampai 21 November 2021 mendatang. Akan ada beragam kegiatan kesenian dan kebudayaan yang digelar.

Sarjono, ketua panitia Artsotika Muria, memilih Belik Watu Bobot dengan alasan belik itu sejak dulu menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Masyarakat setempat biasa mengambil air di belik itu untuk dikonsumsi. Di bawah belik, mengalir sungai yang menjadi sumber pengairan bagi para petani untuk sawahnya.

“Belik Watu Bobot menjadi saksi kehidupan masyarakat lereng Muria. Terutama masyarakat Batealit. Dan saat ini, Artsotika Muria ditempatkan di sini supaya kita semua bisa kembali memahami fungsi belik. Selain sebagai sumber air, juga sebagai sumber kehidupan,” tutur Sarjono, Jumat (29/10/2021).

Ali Asiqin, Petinggi Desa Batealit, menyampaikan kebanggaannya sebagai penduduk setempat. Karena para seniman dari Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara telah memilih Desa Batealit sebagai tempat perhelatan budaya terbesar di lereng Muria itu.

Bagi Ali, perhelatan Artsotika Muria itu menjadi sebuah momen penting untuk mengembalikan pemahaman masyarakat betapa pentingnya merawat alam. Terutama merawat Belik Watu Bobot. Yaitu dengan melestarikan pepohonan yang merindangi belik tersebut. (MIKJPR-01)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan