Geruduk Gedung DPRD, Massa Pro-Kontra Tambak Karimunjawa “Tunggu” Ranperda RTRW

MIKJEPARA.com, JEPARA – Setelah berpolemik atas keputusan pemerintah terkait aktivitas tambak di Karimunjawa, Jepara. Kini sejumlah warga Karimunjawa pun turun ke Jepara untuk menanyakan nasib mereka. Massa yang Pro dan Kontra pun saling menggelar aksi sejak beberapa hari terakhir.

Massa pro tambak sudah menyuarakan aspirasi mereka terkait nasibnya dengan bebagai dalih, sedangkan disusul warga kontra tambak yang menggelar aksi bermalam di halaman gedung DPRD.

Sejumlah massa datangi gedung dewan DPRD Jepara terkait aktivitas tambak Karimunjawa. (Foto : Setwan DPRD Jepara)

Hingga saat ini mereka pun masih terus mengawal keputusan DPRD Kabupaten Jepara, hal ini terkait payung hukum bagi nasib mereka kedepan. Dari pantauan lapangan sejak Rabu (3/5/2023) pagi, sejumlah warga pun nampak memenuhi gedung dewan Tamansari.

Mereka berniat mengawal Rapat Paripurna dengan agenda penetapan Ranperda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara 2022-2042 pada esok hari, Kamis (4/5/2023).

Sejak pagi ini mereka datang di gedung dewan, kedua belah pihak nyaris bergesekan sebelum akhirnya ditengahi pihak Kepolisian. Massa kontra tambak udang Karimunjawa diterima DPRD beraudiensi pukul 14.00 WIB.

Sedangkan massa pro tambak tidak diizinkan masuk ruangan dengan alasan ruangan yang sempit dan faktor keamanan.

Bang Jack, koordinator massa kontra tambak udang menegaskan, pihaknya akan terus mengawal ranperda itu tuntas sampai menjadi perda. Seperti audiensi-audiensi sebelumnya, pihaknya mendesak legislator untuk mementingkan keberlanjutan ekosistem dan lingkungan di Karimunjawa.

’’Kami dari dulu tetap bisa hidup tidak dengan tambak udang. Kami bisa hidup dari pariwisata, melaut, bertani rumput laut dan lainnya. Dan itu sama sekali tidak mengancam ekosistem lingkungan,’’ tegas pria berambut gimbal asal Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa itu.

Bang Jack meyakinkan kepada para legislator bahwa tambak udang sudah berdampak sangat buruk bagi lingkungan, terutama pada ekosistem laut. Wisatawan menjadi tidak nyaman mandi di laut karena air sudah bercampur dengan limbah.

Selain itu, para petani rumput laut terus-terusan merugi akibat gagal panen. Pantai-pantai sudah rusak akibat limbah dari tambak udang yang dibuang serampangan.

’’Kami mohon kebijaksanaannya. Ini tentang menjaga lingkungan yang akan kita wariskan ke anak cucu kita nanti,’’ harap Bang Jack.

Bang Jack berharap, DPRD Jepara tidak diintervensi siapapun dalam membuat keputusan. Di mana di dalamnya terdapat kebijakan tentang boleh atau tidaknya tambak udang di Karimunjawa.

’’Tuntutan kami hanya satu, tutup tambak udang di Karimunjawa,’’ pungkas Bang Jack. (MIKJPR-01)

Reporter : And/Xpo
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here