Geruduk Kantor Bupati, Puluhan Petinggi Minta Motor Baru

0
5

MIKJEPARA.comJEPARA – Puluhan petinggi atau kepala desa di Jepara menggeruduk Bupati Dian Kristiandi di kantornya. Mereka wadul ingin dibelikan motor baru sebagai kendaraan dinasnya.

Salah satu perwakilan petinggi, Hartoyo, mengatakan permintaan kendaraan dinas tersebut merupakan kehendak dari sebagian besar petinggi. Alasannya, kendaraan dinas yang dipakai saat ini umurnya sudah terlalu tua.

Puluhan petinggi atau kepala desa di Jepara menggeruduk Bupati Dian Kristiandi. Mereka wadul ingin dibelikan motor baru sebagai kendaraan dinasnya. (Dok : Foto Diskominfo Jepara)

Hartoyo menjelaskan, kendaraan dinas para petinggi saat ini adalah Honda Supra-X 125. Bagi sebagian petinggi yang baru, kendaraan dinas itu merupakan tinggalan dari petinggi lama.

“Sepeda motor sudah lama. Tahun 2009 itu. Jadi ketuaan. Jadi kami minta ganti yang baru,” kata Hartoyo usai audiensi antara bupati dan Perkumpulan Pemerintah Deda Seluruh Indonesia (PAPDESI) dan Paguyuban Pamong Desa (PDD), di ruang rapat bupati Jepara, Kamis (6/1/2022).

Meski awalnya malu-malu mengatakan jenis atau merk sepeda motor yang mereka minta, akhirnya Hartoyo mengaku kalau sebagian besar petinggi meminta kendaraan dinas yang baru nantinya merk Yamaha N-Max.

“Jenis enggak menyebutnya merk. Tapi standarnya ya motor sekarang. Minimal tadi disebutkan (para petinggi, red) N-Max (Yamaha N-Max). Sekitar itu,” ungkap Hartoyo.

Hartoyo berharap bupati benar-benar mengabulkan permintaan mereka. Sebab, Hartoyo merasa bahwa petinggi adalah mitra dari pemerintah kabupaten dalam menyelesaikan segala hal. Menanggapi permintaan itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi, menyatakan akan mengabulkan permintaan para petinggi.

Bahkan, dirinya meminta jajarannya agar memasukkan pada Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD). Yang rencananya akan disusun dalam waktu dekat. Namun, Andi mensyaratkan pada para petinggi agar menjaga kerukunan antara petinggi dan perangkat desa lainnya. Terutama dengan sekertaris desa yang dinilai kerap berselisih paham.

“Saya kabulkan tapi syaratnya harus menjaga kerukunan desa. Nanti akan masuk pada RKPD 2023. Tapi, saya minta teman-teman petinggi mengawalnya sampai di DPRD. Karena saya tidak bisa mengawalnya sampai ke sana,” jelas Andi.

Tak hanya kendaraan dinas, para petinggi juga meminta agar bupati memberikan gedung yang dijadikan tempat berkumpul para petinggi. Para petinggi meminta gedung itu ditempatkan di area Jepara kota. Terkait hal ini, Andi masih akan melihat adakah aset-aset yang bisa digunakan atau tidak. (MIKJPR-01)

Reporter : And/Xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan