Karimunjawa Masih Nihil Covid-19, Sekcam : “Protokol Masuk Kami Perketat”

0
31

MIKJEPARA.com,  JEPARA – Kecamatan Karimunjawa merupakan wilayah kepulauan di Kabupaten Jepara berpenduduk lebih dari 10 ribu jiwa. Disana terdapat 4 Desa yang sampai saat ini warganya masih berstatus nihil dari wabah pandemi covid-19.

Menurut Nor Sholeh, Sekertaris Kecamatan Karimunjawa mengatakan bahwa pintu masuk ke Karimunjawa tidaklah banyak. Jadwal penyeberangan dari dan ke Karimunjawa pun terbatas, sehingga aktivitas keluar masuk warga dapat dipantau setiap saat. Termasuk aktivitas penyeberangan perahu milik masyarakat, untuk berkirim barang atau hasil laut sekalipun.

Dermaga Karimunjawa dirikan pos screening untuk pencegahan Covid-19 (Foto : Istimewa)


Empat desa itu masih nihil orang dalam pantauan (ODP), pasien dan pengawasan (PDP), maupun orang positif covid-19. “Pintu masuk Karimunjawa hanya satu. Setiap yang mau keluar dan masuk Karimunjawa diperiksa,” ujar Nor Sholeh, Minggu, 26 April 2020.

Selain pemeriksaan di pelabuhan, aktivitas pelayaran juga dibatasi. Kapal yang melayani penyeberangan dari dan ke Karimunjawa, hanya diizinkan membawa penumpang warga Karimunjawa. Tempat isolasi pun sudah disiapkan bagi warga luar Karimunjawa yang berusaha nekad masuk wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

“Kami juga sudah siapkan hotel untuk isolasi. Contohnya kemarin, ada sopir proyek nekat ke Karimunjawa, ya, sopirnya diisolasi kemudian trucknya dijalankan warga (Karimunjawa),” kata Nor Sholeh.

Kunci kesuksean Karimunjawa sampai saat ini nihil ODP, PDP, maupun poritis covid-19, yaitu berhentinya aktivitas pariwisata. Karimunjawa merupakan primadona wisatawan asing saat berlimbur ke Bumi Kartini. Seiring, masa pandemi aktivitas wisatawan dihentikan. Baik itu untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Jadi yang keluar masuk Karimunjawa hanya warga Karimunjawa,” tandas Nor Soleh.

Upaya pencegahan penyebaran virus korona covid-19 lainnya dengan mengurangi aktivitas warga di Ksrimunjawa. Serta, meningkatkan kesadaran warga untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Para pedagang di pasar pun diminta untuk tidak lagi berbelanja langsung ke daratan Jepara.

“Pelabuhan-pelabuhan kecil juga diawasi. Jika ada warga yang baru pulang dari zona merah, langsung dijemput Kepala Desa terus dikaratina,” pungkas Nor Sholeh. (MIKJPR-01)

Reporter : Koko
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan