Komunitas MUA Jepara Ultah, Gelar Aneka Lomba Fashion Nusantara

0
4

MIKJEPARA.com, JEPARA – Hari jadi yang pertama perkumpulan penata rias yang tergabung dalam Makeup Artis (MUA) Community Jepara, menyelenggarakan Lomba Rias Pengantin Nusantara dan Peragaan Busana Pesta Batik/Tenun Jepara. Acara berlangsung di Gedung Wanita Jepara, pada Minggu (23/1/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Jepara Dian Kristiandi yang diwakili Kepala Disparbud Zamroni Lestiaza, Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif, serta tamu undangan lainnya.

Makeup Artis (MUA) Community Jepara, menyelenggarakan Lomba Rias Pengantin Nusantara dan Peragaan Busana Pesta Batik/Tenun Jepara. bertempat di Gedung Wanita (Foto : AA)

Makeup Artis (MUA) Community Jepara, menyelenggarakan Lomba Rias Pengantin Nusantara dan Peragaan Busana Pesta Batik/Tenun Jepara. Acara berlangsung di Gedung Wanita Jepara, pada Minggu (23/1/2021).

Ketua MUA Community Jepara Hj. Yana Fauzi mengatakan, MUA Community adalah wadah bagi penata rias seluruh Indonesia yang berkompeten dalam bidang tata rias. “Bukan hanya menjadi penata rias wedding saja, namun lebih dari itu, harus memahami jenis dan karakter per-makeup-an,” kata dia.

Hj. Yana Fauzi mengungkapkan, untuk memperoleh legitimasi dari lembaga sertifikasi profesi, mereka harus mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga baru bisa dikatakan ahli dan kompeten dalam bidangnya.

“MUA sanggup mendukung masyarakat ekonomi kreatif, serta menciptakan pribadi yang kreatif, inovatif dan mandiri,” kata dia.

Kedepan, Hj. Yana Fauzi meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai mitra dari MUA Community Jepara untuk mendorong lebih maju lagi.

Bupati Jepara Dian Kristiandi yang diwakili Kepala Disparbud Zamroni Leztiaza mengucapkan terima kasih telah berkontribusi mengangkat budaya Jepara.

Membacakan sambutan Bupati Jepara, Zamroni mengatakan, sebagai organisasi profesi yang menaungi 220 anggota, MUA Community Jepara mempunyai tanggungjawab untuk nguri-nguri (merawat, red) budaya nusantara.

“Dalam tata rias pengantin juga harus tahu makna dan filosofinya, sehingga kekayaan budaya nusantara, khususnya Jepara dapat terus terjaga,” kata dia.

Kepada peserta, Zamroni mengatakan, untuk menjadikan kegitan ini sebagai wadah menempa diri, saling bertukar ilmu, bersosialisasi, serta meningkatkan kompetensi.

“Dengan mengikuti lomba ini artinya juga mengasah mental dan kepercayaan diri,” kata dia. (MIKJPR-01)

Reporter : And/Xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan