Kamis, Juni 20, 2024
spot_img
BerandaBerita Jepara Hari IniMemeden Gadhu Kepuk, Bakal Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda dari Jepara

Memeden Gadhu Kepuk, Bakal Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda dari Jepara

MIKJEPARA.com, JEPARA – Festival Memeden Gadhu, merupakan kegiatan sedekah bumi warga Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri. Acara budaya ini mengemas beragam atraksi kesenian dan tradisi lokal. Juga sekaligus pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat petani zaman dulu, seperti semangat gotong royong hingga menjaga keseimbangan alam.

Oleh warga setempat, memeden gadhu merupakan sebutan untuk orang-orangan sawah. Terbuat dari jerami. Kegunaannya untuk menakut-nakuti burung pipit karena jadi hama padi jelang masa panen.

Festival Memeden Gadhu, merupakan kegiatan sedekah bumi warga Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri. Acara ini digelar sejak 17 Mei 2024 (Foto : Diskominfo Jepara)

Menurut rencana, Pemerintah Kabupaten Jepara akan mengusulkan Festival Memeden Gadhu untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta usai meresmikan kirab budaya tumpeng raksasa pada kegiatan tersebut, Senin (20/5/2024).

“Ini perlu dikembangkan, tingkatkan dan branding terus. Ada peluang masuk sebagai WBTB, kita usulkan,” ujarnya.

Setelah diresmikan, tumpengan nasi berukuran besar diarak menuju makam sesepuh desa. Selain itu beberapa peserta kirab juga tampak membawa tumpeng-tumpeng berukuran normal. Ada pula warga dengan pikulan berisi lauk-pauk serta hasil bumi lain.

Diikuti anak-anak berkostum burung, hingga pembawa alat-alat pertanian, juga pengarak memeden gadhu.

“Tetap dipertahankan karena ini budaya, supaya anak-anak kita ini bisa melihat dan tahu,” kata Pj. Bupati Jepara.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan Ahmad Sutrisno menyampaikan rangkaian festival kali ini sudah dimulai sejak 17 Mei lalu. Dibuka dengan tari kolosal Memeden Gadhu, dilanjutkan kesenian kentrung, dan jagong budaya.

“Hari kedua ada kesenian emprak khas Kepuk, selanjutnya pentas wayang,” tuturya.

Di samping kegiatan kesenian tradisional, panitia juga mengadakan senam bersama, lomba menggambar dan mewarnai. Sebagai puncak acara ada kirab tumpeng raksasa. Pihaknya pun menggelar bazar UMKM yang mewadahi usaha warga setempat.

“Selain melibatkan masyarakat lokal, kita juga melibatkan seniman-seniman dari Jepara, seperti mengarahkan pendekorasian lokasi acara,” kata dia. (MIKJPR-01)

Reporter : Olx/DN
Editor : Haniev

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments