Google search engine

MIKJEPARA.com,  JEPARA – Kabar duka dan mengagetkan menyelimuti masyarakat Desa Dongos Kecamatan Kedung Jepara. Pasalnya pada Rabu (13/5/2020) petang, warga digegerkan dengan ditemukannya seorang gadis bernama Cintia Wulandari (21) dalam kondisi meninggal dunia di kamarnya sendiri.

Mayat korban ditemukan tergeletak di lantai dalam kamarnya, dengan masih mengenakan mukena. Warga RT 01 RW 01 Desa Dongos itu diduga mengalami tindak kekerasan hingga menyebabkan meregang nyawa.

Saat ini jenazah korban menjalani visum di kamar mayat RSUD Kartini Jepara

Hal ini pertama kali diketahui oleh Agus (26), kakak korban saat mengecek keberadaan adiknya dalam kamar pada pukul 16.30 WIB. Ia kaget melihat adiknya dalam kondisi tak bernyawa, sementara dari mulut korban keluar darah saat ditemukan.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto melalui Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Djohan Andika membenarkan kejadian tersebut. Gadis yang sehari-hari menjalankan bisnis online ini, ditemukan meninggal pada sore hari saat menjelang berbuka puasa.

“Hasil identifikasi sementara, di tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan kami korban meninggal karena tindak kekerasan tersebut, tapi masih didalami lagi sambil menunggu hasil visum dari tim dokter,” ungkapnya.

Dari kejadian ini, satu unit kendaraan Vario 150 bewarna putih nopol K 6797 AQC, serta sebuah handphone merk OPPO diduga hilang dan dibawa kabur pelaku.

Mengenai beredarnya foto diduga pelaku yang tersebar luas di media sosial, ia mengungkapkan bahwa foto tersebut adalah tersangka penusukan salah satu menteri beberapa waktu lalu.

“Jadi kami ingatkan janganlah menyebar informasi palsu atau hoax mengenai penangkapan pelaku. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan, salah satunya seorang pria teman dekat korban,” tambahnya.

Saat ini, jenazah korban masih ditangani untuk penyelidikan oleh Tim Inafis Polres Jepara. Diharapkan juga, warganet di media sosial untuk tidak menyebarkan foto korban dalam kondisi fulgar.

“Marilah kita jaga perasaan keluarga korban, kita do’akan yang terbaik atas musibah ini. Dan jangan menyebarkan foto korban sembarangan,” imbuh AKP Djohan Andika

Diketahui korban memang tinggal bersama 2 kakaknya. Karena tiga bersaudara ini yatim piatu, kedua orang tuanya telah meninggal beberapa tahun lalu. (MIKJPR-01)

Reporter : Purwanto
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan