Pasien Tidak Jujur, Awal Bencana Bagi Tenaga Medis

0
314

MIKJEPARA.comJEPARA – Tersiar kabar bahwa 46 tenaga medis di RSUP dr. Kariadi Semarang positif terpapar covid-19, dari hasil swab dinyatakan mereka harus menjalani masa isolasi. Bahkan, dari mereka adalah dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit.

Saat ini, ke empat puluh enam tenaga medis tersebut menjalani isolasi mandiri di suatu tempat dengan fasilitas dari Pemprov Jateng. Seraya memohon doa agar semua tenaga medis yang sedang menjalani isolasi ini bisa segera pulih dan sehat kembali.

Dibutuhkan kejujuran para pasien kepada tenaga medis untuk langkah pencegahan covid-19 (Foto : Ilustrasi)

Hal ini dibenarkan oleh dr. Fachrudin, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jepara. “Di grup WA IDI sudah beredar kabar ini ” jelasnya

Ditambahkannya, hal ini terjadi karena ketidakjujuran dari pasien. “Pasien tidak mau terbuka tentang history atau riwayat kegiatannya dalam beberapa hari,” ujar Fachrudin yang juga menjabat Kabid P2P di Dinkes Jepara ini.

Ditambahkan Fachrudin, jika pasien jujur, maka bisa dilakukan tindakan elektif, atau direncanakan terlebih dulu. “Misalnya begini, ada pasien yang minta dioperasi ringan mata ikan atau kutil misalnya, tetapi dia mempunyai riwayat kegiatan atau perjalanan di daerah transmisi lokal atau zona merah .

Maka terhadap pasien ini sebaiknya dilakukan isolasi dulu selama 14 hari karena operasi mata ikan tidak mendesak. Setelah isolasi dan dinyatakan sehat, baru dilakukan tindakan,” ungkap Fachrudin.

Untuk itu Fachrudin sangat berharap agar warga masyatakat dan pasien mau jujur, menceritakan riwayat kegiatan dan perjalanan yang dilalui, termasuk berinteraksi dengan siapa saja. “Sehingga bisa diantisapisi,” imbuhnya.

Karena ketidakjujuran, bisa berakibat bencana dan merugikan kepentingan yang sangat luas. Bayangkan, saat ini di RSDK selama 14 hari mesti kekurangan tenaga medis, karena menjalani isolasi mandiri.
( MIKJPR/01 – Humas Gugus Tugas Covid-19 Jepara)

Reporter : Koko
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan