Peringati 1 Abad NU, Durian Maskur Sukosono Tampil Sebagai Jawara

0
14

MIKJEPARA.com, JEPARA – Kota Jepara dikenal sebagai gudangnya beraneka ragam varietas durian unggul, mulai dari yang manis, pahit lekak, hingga bertekstur menarik. Salah satunya adalah durian Maskur yang dinobatkan sebagai jawara lomba durian Lokal asli Desa Sukosono.

Gerakan Pemuda Ansor Desa Sukosono, Kedung, menggelar lomba durian sebagai salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan Harlah Seabad NU pada Minggu (22/1/2023) di Balai Desa setempat.

Durian Maskur tampil sebagai pemenang dalam Lomba Durian, memperingati 1 Abad NU di Desa Sukosono, Kedung pada Minggu (22/1/2023) (Foto : Ansor)

Durian milik Maskur warga RT 28 RW 7 ini dinobatkan sebagai jawara, karena memiliki daging buah yang tebal dan kuning keemasan. Teksturnya lembut, sedangkan rasanya manis kombinasi pahit. Berbuah besar, diameternya sekitar 25 sentimeter.

Tiga dewan juri dari Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISNU Jepara menyepakati durian itu tampil sebagai juaranya.

Sementara itu juara II diraih oleh durian Siti Maimunah dan juara III durian Bayu Hamzah.
Usai dinobatkan sebagai juara, durian Maskur tersebut langsung dibeli Petinggi Sukosono M. Zaenal Arifin.

“Rasanya mantap, Legit. Ini durian unggulan Sukosono,” kata petinggi.

Baca Juga : Durian Rukan Jepara, Varietas Baru Incaran Penggemar Durian

Masih ada lima durian lokal unggulan lainnya yang belum berkesempatan menjadi juara. Namun dari segi rasa tak terpaut jauh dari durian yang juara. Selain itu juga ada durian lokal lain yang tidak mengikuti lomba. Pasalnya masa panen sudah terlewat pada November dan Desember lalu.

Ketua GP Ansor Sukosono, Teguh mengatakan pihaknya ingin mengangkat durian lokal Sukosono. Pasalnya selama ini durian lokal tersebut hanya sebatas dijual. Belum ada branding durian desa yang dapat mengangkat nilai jual durian.

“Selama ini hanya dibeli pengepul, tentu masih harga yang murah. Padahal secara kualitas durian Sukosono tidak kalah dengan durian desa lainnya. Baik segi ukuran maupun rasa,” ujarnya.

Terkait Harlah Seabad NU, Teguh menuturkan ada lomba lato-lato dan mewarnai bagi anak-anak. Lalu ditutup dengan pengajian dan majelis selawat pada malam harinya. (MIKJPR-02)

Reporter : Anw/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan