Satgas Covid-19 Jepara Mendapat Dukungan Penuh Dewan

0
42

MIKJEPARA.com, JEPARA – Sejumlah pimpinan Dewan dari DPRD Kabupaten Jepara memberi dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Jepara.

Dukungan tersebut disampaikan saat pimpinan dewan berdiskusi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (26/3/2020) di Ruang Kerja Ketua DPRD Kabupaten Jepara.

Turut hadir diantaranya pimpinan DPRD Imam Zusdi Ghozali dan 3 orang wakil ketua Junarso, Pratikno, serta KH. Nuruddin Amin. Sedangkan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara, hadir Ketua Satgas Covid- 19 yang juga Sekretaris Daerah Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mudrikatun, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arwin Noor Isdianto, serta Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Kabupaten Jepara, Arif Darmawan.

Satgas Covid-19 Jepara saat berdiskusi dengan pimpinan dewan DPRD Jepara pada Kamis (26/3/2020)

Ketua DPRD Kabupaten Jepara Imam Zusdi Ghozali mengatakan, pihaknya mengundang Satgas Covid-19 untuk memastikan satgas bisa menjalankan tugasnya dengan baik. “Kami khawatir anggarannya tidak ada, kalaupun misalnya ada lalu terjadi kekurangan, langkahnya seperti apa? Bagaimanapun anggaran di Dinkes, BPBD, dan Rumah Sakit harus mencukupi,” ungkapnya.

Pimpinan dewan, sebagaimana yang disampaikan Pratikno, juga ingin tahu apa saja rencana dan yang sudah dilakukan satgas dalam penangangan Covid-19. Jika diperlukan, pimpinan dewan akan mengerahkan seluruh anggota dewan ke desa-desa dalam mendukung satgas.

Dengan demikian, setiap anggota dewan bisa digerakkan di dapil masing-masing untuk mengawal berjalannya program satgas di masing-masing 3 hingga 4 desa, supaya masyarakat tidak panik dalam menghadapi pandemi ini.

“Meski fungsi DPRD adalah pengawasan, pada saat seperti ini kita harus saling menguatkan. Terutama tim medis yang harus berjibaku. DPRD harus hadir di tengah masyarakat,” kata Pratikno.

Ditambahkan oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Jepara Junarso, pimpinan dewan perlu mengetahui kesulitasn satgas yang telah dibentuk dan bekerja lebih dari satu minggu.

“Dari sana kita bisa bersinergi melaksanakan kewajiban dan kewenangan yang kita miliki. Regulasi tentang penganggaran sudah jelas. Maka itu bisa dilakukan untuk mendukung kinerja Satgas. Kita harus waspada karena per hari ini kenaikan kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah naik 100 persen.

Anggaran harus ada karena semakin banyak yang dilakukan, berarti makin banyak upaya antisipasinya. Pencegahan terbaik adalah melakukan upaya antisipasi, termasuk mengantisipasi sebaran warga kita yang mudik dari sekitar Jakarta beberapa waktu lalu. Itu kan, ada 1776 orang, bagaimana antisipasinya?,” kata Junarso.

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengaku Satgas langsung bekerja meski tidak didukung anggaran. Semua perangkat daerah langsung meaksanakan tugas sesuai tupoksi. Apalagi anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp.2 miliar yang biasanya tidak pernah habis untuk penanganan bencana, langsung habis dalam 3 hari awal untuk berbagai kebutuhan sarana dan prasaranan penanganan Covid-19.

“Terkait warga Jepara yang pulang dengan 80 bus itu, saat itu juga langsung kami lakukan aksi scanning di Mayong dan Welahan. Metodenya thermal scanner, edukasi, penyemprotan dengan disinfektan, dan ditindak lanjuti tenaga kesehatan,” katanya.

Satgas juga melakukan sosialisasi untuk pembentukan satgas tingkat desa dan kecamatan, yang saat rapat berlangsung masih terus berjalan. Mengedukasi bahwa yang terbaik dilakukan dan harus digerakkan di masyarakat adalah social distancing atau yang sekarang istilahnya diganti menjadi physically distancing.

Dalam hal kelangkaan masker dan hand sanitizer, Satgas telah menghubungi pabrik agar ada produksi khusus yang disiapkan untuk Jepara. Kesepakatan sudah didapat sehingga produk yang ada bisa diditribusikan ke masyarakat.

Satgas juga sudah mendapat kesepahaman dengan ormas-ormas keagamaan untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan yang menyebabkan orang berkerumun. Termasuk menyepakati penghentian sementara salat jumat diganti salat duhur di rumah , hingga situasi kondusif. ( MIKJPR-01)

Reporter : Indra S
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan