Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Sempat menjadi perhatian publik terkait iklan propertinya di media sosial, PT Levels Hotel Indonesia (LHI) sebagai investor pembangunan pusat bisnis start up di Desa Kemujan sosialisasikan rencannaya dihadapan pihak terkait.

Pembangunan pusat bisnis Startup yang rencannaya akan menjadi sentra para pelaku Startup di dunia, utamanya dari Eropa. Hal ini terungkap pada saat sosialisasi di Aula Kantor Petinggi Kemujan Karimunjawa pada, Selasa (15/2/22) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Sosialisasi PT Levels Hotel Indonesia (LHI) sebagai investor pembangunan pusat bisnis start up saat bertemu warga di Aula Kantor Petinggi Kemujan Karimunjawa pada, Selasa (15/2/22).

Acara Sosialisasi ini dipandu oleh Sururi Mujib, pihak PT LHI, PT ABG sebagai kontraktor utama, dan dihadiri Forkopimcam Karimunjawa dan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa, Petinggi Kemujan dan diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga sekitar Desa Kemujan.

Mengawali diskusi, Sururi menjelaskan bahwa rapat sosialisasi ini bertujuan menjalin silaturahmi dan komunikasi antar semua pihak, sehingga tujuan baik dibangunnya The Startup Island (TSI) oleh pihak PT LHI berdampak positif bagi kemajuan Desa Kemujan, khususnya warga Dukuh Telaga.

“Sehingga, masyarakat dapat memperoleh manfaat positif secara ekonomi untuk kesejahteraan keluarga mereka dari pembangunan pusat Startup berlevel internasional yang nantinya akan banyak pebisnis dari Eropa datang dan bertempat di TSI untuk menjalankan bisnisnya,” katanya.

Edher Irwantoro selaku manajer PT LHI dalam sambutannya menjelaskan bahwa tanah seluas 3,5 Ha yang terletak di Desa Kemujan tersebut nantinya akan dibangun sebagai pusat para pelaku Startup, utamanya dari Eropa untuk bertempat menjalankan bisnisnya.

Ia juga membantah tudingan pihak yang menyatakan bahwa nantinya hotel dan apartemen sebagai tempat hunian para pebisnis startup tersebut akan diperjualbelikan pada pihak asing.

“Kami selaku manajemen menyatakan bahwa hotel dan apartemen tidak diperjual belikan pada pihak asing, tapi akan dijadikan tempat bekerja bagi mayoritas warga asing yang bekerja sebagai pebisnis Startup. Justru manfaat besar bagi kemajuan masyarakat menjadi pertimbangan kami, karena fasilitas internet tercepat di Jawa Tengah rencananya ada di sini dengan satelit elimus khusus yang dipancarkan diarea sini,” kata Edher.

Ia juga menerangkan bahwa keberadaan warga asing utamanya dari Eropa ini adalah untuk bekerja online, dimana pekerjaan ini mempunyai tingkat kejenuhan tinggi sehingga PT LHI memfasilitasi mendirikan hunian hotel dan apartemen dengan tawaran keindahan alam eksotik beriklim tropis yang menjadi surganya orang barat, sehingga mereka dapat menghindari kejenuhan beban pekerjaan.

“Komitmen bina lingkungan telah kami buktikan, sebagai bentuk pemberdayaan warga lokal yang telah kami lakukan, diantaranya diawal pembangunan kami telah melibatkan 164 orang. Selanjutnya setelah bangunan berdiri dan beroperasi nantinya kami juga membutuhkan untuk 1 apartemen 1 orang asisten, jasa loundry, catering, persewaan transportasi seperti skuter, sepeda motor dan lainnya,” kata Edher.

Rencana pihak PT LHI juga akan memberikan beasiswa pada anak-anak sekitar dengan diberikan kesempatan belajar ke Eropa, karena mereka orang Eropa sudah diperkenankan masuk tinggal disini untuk menjalankan bisnis onlinenya. Disamping itu, investor utama kami juga akan membantu mempermudah ekspor ke Eropa bagi produk lokal dengan pelatihan bahasa asing, khususnya untuk kepentingn komunikasi dibidang ekspor. Maka kami berharap agar secepatnya data bisa diajukan sehingga kami bisa memvalidasi data”, Tandas Edher.

Pasca acara sosialisasi, Edher menjelaskan pada awak media terkait pertanyaan kekhawatiran tentang kelestarian alam lingkungan dan budaya lokal masyarakat Kemujan pihaknya menjawab ; “Bagaimana mungkin kami tidak menjaga kelestarian alam dan kearifan lokal budaya Kemujan Karimunjawa, kalau hal tersebut adalah daya tarik minat investor untuk berinvestasi disini.”

Menanggapi berita sepihak dari luar, Muslikhin Camat Karimunjawa dalam sambutanya menerangkan pada masyarakat bahwa pembangunan akan membawa dampak positif dan negatif.

“Kami pesan agar semua pihak dapat meminimalisir dampak negatif, sebagaimana pemberitaan sepihak dari luar, dan warga jangan sampai beropini dan berasumsi belaka tanpa data” tuturnya.

Camat asli kelahiran dan berdomisili di Desa Kemujan ini sangat mengapresiasi upaya investasi PT LHI dengan menjadikan Kemujan sebagai sentra para pebisnis startup dunia dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Pihaknya juga berpesan agar semua pihak bisa saling melindungi, investor dapat menjalankan usahanya, masyarakat bisa mengambil manfaatnya. Ia mengibaratkan Karimunjawa, khususnya Kemujan bak samudera, siapapun boleh datang berlayar, namun masyarakat ibarat biota laut yang saling melengkapi dan melindungi jangan sampai terprovokasi terpancing pihak luar yang hanya berdasarkan asumsi memperkeruh suasana tanpa data.

“Kalau dalam analisis SWOT, jangan sampai ada pihak ketiga yang menjadi provokator, dan masyarakat jangan sampai terprovokasi. Persoalan perijinan terkait lingkungan hidup dan lain-lain sudah ada instansi berwenang dan pihak investor juga mengurusnya,” terang Muslikhin.

Terkait Pakta integritas, ada beberapa fokus diantaranya pengerjaan awal melibatkan pekerja dari masyarakat Desa Kemujan, material yang bisa disediakan masyarakat dari masyarakat, kecuali pekerja teknis yang membutuhkan keahlian tertentu. Imbuh Muslikhin.

“Masyarakat harus saling menyadari ini untuk pembangunan. Jadi Masyarakat terlindungi, pengusaha terlindungi semuanya terlindungi. Saya orang asli sini, lahir disini, dan haram bagi saya untuk mencederai atau merusak masyarakat saya disini,” tegasnya. (MIKJPR-01)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan