Adinda, Gadis Asli Jepara Bakal “Gantikan” Erick Sebagai Menteri BUMN

0
297

MIKJEPARA.com, JEPARA – Kamis esok, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal digantikan posisinya selama satu hari oleh salah satu kandidat kampanye Girls Take Over 2021. Ini merupakan bagian dari kegiatan untuk mendukung terciptanya kesetaraan gender dalam dunia kerja, khususnya di lingkungan BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan saat ini sudah terdapat enam kandidat yang dipertemukan dengannya dan dalam beberapa hari ini akan ditetapkan siapa yang akan menggantikannya untuk menempati posisinya sehari penuh.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, rencananya akan digantikan posisinya selama satu hari oleh salah satu kandidat kampanye Girls Take Over 2021. (Dok : Foto Istimewa)

“Saya yakini proses sangat baik nanti dalam 1-2 hari ini akan ditentukan siapa yang gantiin saya. Saya berharap ke depan dari yang enam ini menjadi woman leadership baik di BUMN atau di bidang masing-masing karena penting saya rasa menciptakan leadership ke depan karena ga mungkin yang jadi pemimpin itu-itu saja,” kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/9/2021).

Untuk orang yang anak menggantikan posisinya ini, Erick mengatakan akan diikutkan dalam meeting casual dengan angel rapat yang sudah ditetapkan sebelumnya. Untuk itu dia akan memberikan tips-tips tersendiri agar penggantinya tidak under pressure dalam meeting tersebut.

Dan yang mengesankan, salah satu kandidat calon yang bakal tampil menggantikan Erick adalah gadis asli kelahiran Bumi Kartini Jepara. Erick sempat menyampaikan bahwa calon yang akan menduduki posisi posisinya harus ditantang untuk berlari keliling Monas 10 kali dan berjemur 30 menit.

“Karena jadi menteri itu butuh fisik, Sabtu Minggu kerja, karena kursi menteri itu kursi panas” imbuh Erick.

Bagi kandidat yang tidak terpilih untuk menggantikan Erick, nantinya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Lima perusahaan yang sudah sepakat untuk bekerjasama tersebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Telkomsel.

Dalam program ini telah dipilih enam perempuan untuk merasakan rasanya bekerja di lingkungan BUMN. Keenamnya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Berikut enam profil perempuan muda terpilih, nomor satu adalah putri kelahiran Jepara :

  1. Adinda (20 tahun) dari Jepara, Jawa Tengah, Adinda saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di bidang informatika. Ia pun aktif dalam kegiatan di dalam kampus, mulai dari menjadi anggota Developer Student Club, asisten praktikum, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
  2. Sharon (24 tahun) dari Bekasi, Jawa Barat, sarjana di bidang psikologi dan best graduate office development program (ODP) salah satu BUMN. Selama pandemi Covid-19 saat ini, Sharon berkesempatan untuk memimpin tim Covid Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan Covid-19.
  3. Putri (21 tahun) dari Bandung, Jawa Barat, lulusan salah satu universitas pertanian, aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di desanya. Ia sedih melihat anak perempuan yang dikawinkan dan putus sekolah. Dia tergabung dalam Forum Anak Daerah untuk berjuang untuk menikmati haknya dan menjadi konselor dari kampung ke kampung.
  4. Arum (23 tahun) dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Mahasiswi pendidikan hukum. Dia pernah memenangkan kategori Hakim Terbaik pada kompetisi peradilan semu bergengsi. Arumj uga aktif berorganisasi serta menjadi asisten peneliti, tutor serta bekerja di salah satu bank BUMN.
  5. Virdha (23 tahun) dari Magelang, Jawa Tengah, merupakan pegawai di bagian SDM dan general affair. Saat ini Virdha aktif di Pusat Studi Gender dan berpartisipasi di dalam program pemberdayaan perempuan yang bekerja dengan berinovasi menggunakan bahan lokal dan melakukan pelatihan ekonomi untuk perempuan di suatu perkampungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  6. Sisilia (22 tahun) dari Kupang, NTT sempat menjadi seorang edukator dan Plt. Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Kupang. Sisilia ingin mendorong semua pihak untuk lebih memperhatikan isu kesetaraan gender dan tidak menghakimi perempuan atas pilihan yang ia ambil terhadap kepemilikan tubuhnya. (MIKJPR-01)

    Reporter : And/xpo
    Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan