Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat jelang idul fitri, Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta memastikan jika kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) Kabupaten Jepara aman terkendali. Hal ini setelah orang nomor satu di Jepara itu melakukan pantauan ke sejumlah pasar tradisional, Senin (17/4/2023) pagi.

Pantauan diawali dari Pasar Tahunan hingga Pasar Pecangaan. Selain ke pasar, Edy juga memastikan stok BBM dan elpiji di stasiun-stasiun pengisian. Seperti di SPBU Kali Tekuk Kecamatan Tahunan, dan SPPBE PT Jepara Energi Persada di Desa Pulodarat Kecamatan Pecangaan. Diketahui, persediaan maupun pasokannya dalam kondisi aman.

Pj Bupati Jepara mengecek langsung sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tahunan, pantauan dilakukan ke sejumlah pasar tradisional, Senin (17/4/2023) pagi. (Dok : Diskominfo Jepara)

Edy menyebut jika jelang idulfitri memang ada kenaikan harga kepokmas, hanya saja, tren tersebut diyakini sesaat, dan dinilai wajar saat menyambut hari-hari besar. Meski terdapat selisih harga di pasaran dibanding hari-hari biasa, nilainya masih berada pada batas yang bisa ditoleransi.

“Alhamdulilah kondisinya stabil, hanya cabe merah yang mengalami kenaikan yang cukup. Dengan rata-rata kenaikan antara Rp5 ribu,” kata Edy.

Sama halnya dengan cabai merah. Edy menyatakan nilai jual ayam sayur sekitar Rp35 ribu per kilogram. Padahal, sebelum Ramadan pembeli masih bisa membayar Rp32 ribu. Itu diketahui dia setelah berdialog dengan sejumlah pedagang.

Jika komoditas caba merah dan ayam mengalami kenaikan harga, berbeda halnya dengan telur. Kini harganya berkisar Rp26 ribu per kilogram. Ada penurunan dari sebelumnya, turun Rp1 ribu sampai Rp2 ribu per kilogram.

“Prinsipnya kita siap menghadapi lebaran. Kita juga pastikan stok aman,” jelasnya.

Kendati kondisi rata-rata kepokmas diwarnai lonjakan harga, ketersediaan stok di pasar-pasar dipastikan masih aman hingga puncak pekan Syawalan mendatang. Karena setelah momen tersebut, harga-harga bahan pangan dipastikan akan kembali melandai seiring permintaan yang kembali normal. (MIKJPR-01)

Reporter : Ach/MD
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan