Kasus Perundungan Siswa SD di Jepara, Keluarga dan Sekolah Berdamai

0
239

MIKJEPARA.com, JEPARA – Terkait beredarnya kabar dugaan perundungan (bullying) terhadap salah satu siswa SD di Kabupaten Jepara yang muncul di media sosial twitter akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat viral, permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua belah pihak telah berdamai.

Lewat akun resmi twitter Pemerintah Kabupaten Jepara (@jeparakabgoid) telah melakukan klarifikasi terkait informasi yang viral tentang seorang siswa sekolah dasar (SD) yang dirundung temannya secara bersama-sama di dalam kelas waktu masih jam pelajaran.

Proses Mediasi antar kedua belah pihak. (Foto: @jeparakabgoid)

Alhamdulillah, sudah dilakukan mediasi dan diselesaikan dengan baik, ya. Semoga kedepannya tidak terulang kembali,” tulis akun Pemkab Jepara disertai dengan foto kedua belah pihak saling bersalaman.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara pun memberikan penjelasan. Dugaan perundungan itu diunggah di akun media sosial Twitter @bintang10264642. Postingan itu terdapat video berdurasi tujuh detik. Terlihat ada seorang anak sekolah dasar tengah dikerubungi temannya. Ada seorang anak yang memegang tangannya. Terlihat ada teman lainnya yang memukul anak tersebut.

Pada unggah itu dituliskan seorang siswa SD dibully teman sekelasnya. Dijelaskan orang tua sudah mengadu ke pihak sekolah.

Di bully teman sekelasnya, ortu yg bully tau dan malah ngedukung anaknya, sempet ngancem adek gw juga. Lapor pihak sekolah tapi seakan gamau tau karena perbedaan kasta sosial. Pliss bantu RT sebanyak banyaknya,” seperti dilihat MIKJEPARA.com, Sabtu (16/10/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono membenarkan kejadian tersebut terjadi di Jepara. Namun dia enggan menyebutkan secara detail SD yang dimaksud. Menurutnya kejadian itu sudah diselesaikan secara damai.

Ya pokoknya ada di Jepara, Itu sudah damai, tadi pagi sudah cek. Anaknya sudah bermain bersama. Itu salah paham biasa ya,” ucap Agus.

Agus membantah jika itu merupakan aksi dugaan perundungan. Menurutnya kejadian itu hanya salah paham saja. Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan kepada seluruh sekolah di Jepara. Agus menilai pentingnya belajar tatap muka di sekolah, karena bisa membentuk karakter anak-anak.

Ini nanti pokoknya kami akan bisa semua. Ini bukti pentingnya tatap muka itu di sana. Jadi nilai-nilai sudah lama sekali tidak ketemu dengan bapak ibu guru. Jadi pendidikan diserahkan di keluarga, ternyata ya berbeda, pendidikan di sekolah dan di rumah. Lha ini nanti sudah mulai kondusif Jepara normal kami mohon dukungannya, gara-gara ini pembelajaran jadi berhenti lagi,” pungkas Agus. (MIKJPR-02)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan