Google search engine

MIKJEPARA.com, JEPARA – Efek kekalahan dari Persela Lamongan dengan skor 1-2 beberapa waktu lalu, berimbas dengan ditambahnya metode latihan Persijap Jepara yang diterapkan jajaran pelatih, terutama pada kekuatan fisik pemain.

Pasalnya dalam laga tersebut, Salahuddin menilai faktor kelemahan permainan fisik menjadi salah satu di antaranya.

Untuk itu, Pelatih Persijap Jepara Salahudin memberikan porsi latihan fisik tambahan kepada para pemainnya. Pada Sabtu (29/7/2023), dia membawa para pemainnya ke area pegunungan Jepara.

Seluruh pemain diminta berlari sejauh 12 km, dimulai dari Pasar Desa Guyangan Kecamatan Bangsri hingga ke Obyek Wisata Kalibening, Desa Tanjung, Kecamatan Pakisaji. Rute jalan itu juga tidak mendatar. Sejumlah tanjakan jalan harus dilewati para pemain.

Sejumlah pemain Persijap Jepara sedang berlari dengan medan jalan yang menanjak di desa Tanjung, Pakisaji. Foto: Anseh

Eks Pelatih Barito Putera itu menjelaskan, materi latihan itu untuk menguatkan daya tahan fisik pemain. Materi latihan serupa pernah ia berikan pada musim lalu. Dan pada musim kompetisi tahun ini, dia berencana menerapkan materi latihan fisik seperti ini sebanyak dua kali.

“Kalau anak-anak bisa menjalani dengan baik, saya rasa hasilnya baik juga,” kata Salahuddin.

Dia menambahkan memasuki bulan Agustus, para pemain akan menjalani latihan di luar Stadion Gelora Bumi Kartini. Karena stadion itu digunakan sebagai venue PorProv XVI Pati Raya Jateng sejak 5-11 Agustus 2023.

Pihaknya telah menemukan alternatif tempat latihan. Beberapa lapangan telah dicek dan akan menjadi lokasi latihan. Sementara untuk area latihan fisik, bisa dilaksanakan di pantai atau area pegunungan lagi. (MIKJPR02)

Tinggalkan Balasan