Resmikan Gedung Laboratorium UNISNU, Ganjar : Kampus Harus “Cespleng” dan Inovatif

0
15

MIKJEPARA.com, JEPARA – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara resmikan Gedung laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi. Peresmian gedung 3 lantai ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara simbolis oleh Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, pada Rabu (3/11/2021) siang.

Acara peresmian dihadiri oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi, Ketua Yaptinu H. Shodiq Abdullah, Rektor Dr Sa’dullah Assa’adi, anggota DPRD Provinsi Jateng Andang Wahyu Triyanto, beserta sejumlah Wakil Rektor, Dekan dan beberapa tamu undangan internal.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat hadir di Kampus UNISNU Jepara. Dalam rangka peresmian gedung baru laboratorium Fakultas Saintek UNISNU. (Dok : Foto MIK/Humas UNISNU)

Ketua Umum Yaptinu Dr H. Shodiq Abdullah menyampaikan dalam sambutannya bahwa saat ini jumlah mahasiswa yang terdaftar di Kemendikbud dan Ristek sebanyak 8221 mahasiwa

“Dari jumlah ini yang kuliah di Fakultas Saintek adalah 2594 mahasiswa. Karena itu keberadaan laboratorium itu vital untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi mahasiswa di Fakultas Saintek,” ujarnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam sambutannya mengatakan bahwa Yaptinu dan UNISNU merupakan bagian dari pilar pembangunan Jepara,

“Ilmu yang dihasilkan diaplikasikan UNISNU untuk warga masyarakat Jepara, membangun mentalnya, Yaptinu dan UNISNU merupakan kesatuan pembangunan fisik dan mental, berakhlqul karimah,” Ujar Bupatti yang biasa disapa Mas Andi.

Senada dengan Ketua Umum Yaptinu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengamini pentingnya laboratorium untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta pengabdian masyarakat. Ia juga bercerita tentang pentingnya penelitian, ia mencontohkan baru-baru ini bertemu 2 pemuda asli Jateng yang mampu menciptakan inovasi drone pertanian.

“Laboratorim kuwi ya perlu dikembangkan sesuai dengan tantangan zaman. Sains dan teknologi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih “cespleng” (red : mujarab) dan inovatif, Agar kita mampu menghadapi berbagai persoalan yang ada,” ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar juga berharap, agar Fakultas Sains dan Teknologi, khususnya yang terkait dengan pengembangan seni ukir dapat menjadi pusat pengembangan seni ukir dunia. Ia juga berpesan, untuk belajar dari pelibatan alumni dalam setiap kegiatan kampus seperti Kagama yang saat ini ia pimpin.

”Saya membayangkan, di kemudian hari, laboratorium ini kelak akan menjadi pusatnya kayu dunia, riset kayu di sini, desain kayu di sini, kriya dll,” Pungkasnya.

Ditemui setelah peresmian, Rektor UNISNU mengatakan bahwa Laboratorium ini bisa dimanfaatkan untuk Workshop kedepannya

“Tentunya ini bisa menjadi pendampingan terhadap ilmu teoritis, ada yang memang substansi keilmuannya melalui laboratorium, yang berperan adalah laboran dan praktisi. Jadi Kegunaan laboratorium memang mendasar dan memang harus ada,” ujar Dr. H. Sa’dullah

Jepara menurut Ganjar Pranowo, saat ini diminati oleh investor. Jepara masuk kabupaten paling diburu investor. Jepara dulu mebel, sekarang ke pabrik. Namun tetap ada orang nguri-nguri budaya lokalnya termasuk langkah nyata UNISNU. Namun menurut Ganjar, butuh sentuhan agar dapat melompat lebih tinggi di tengah pandemi. (MIKJPR-01)

Reporter : And/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan