Autopsi Jenazah Korban Pengeroyokan di Banjaran, Hastry : Ditemukan Banyak Luka

MIKJEPARA.com, JEPARA – Dari hasil proses autopsi terhadap korban pengeroyokan di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara yang dilaksanakan hari ini. Tim Dokkes Polda Jawa Tengah telah mendapatkan hasil pemeriksaan pada jenazah.

Hasilnya, jasad korban yang telah dimakamkan di komplek Makam Mbah Kasah, Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri itu ditemukan banyak luka.

Tim autopsi dari Dokkes Polda Jateng melakukan pembongkaran makam di Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri.

Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Sumy Hastry Purwanti menyampaikan dari hasil pengecekan, kondisi jasad korban bernama Muhammad Ahlunnaza sudah mengalami pembusukan. Namun sebagian besar kondisi tubuhnya masih bagus.

”Kami masih melihat ada tanda-tanda kematian dari tubuh korban,” ungkap Kombes Hastry usai pembongkaran makam, Senin (23/10/2023).

Hastry menyatakan, di jasad korban terdapat sejumlah luka bekas kekerasan. Kekerasan itu diakibatkan benda tumpul yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Hastry menyebutkan, luka-luka bekas kekerasan dengan benda tumpul itu dia lihat ada pada dada, kepala dan bagian-bagian tubuh lainnya. Sebelum meninggal dunia, korban sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari.

”Bisa kami temukan pasti penyebab kematian korban. (Luka terlihat, red) Yang jelas di bagian dada, kepala dan bagian tubuh lainnya,” terang Hastry.

Hastry menyatakan, hasil visum dalam dan autopsi itu masih menunggu beberapa waktu. Nantinya, hasil tersebut akan diberikan kepada Satreskrim Polres Jepara untuk proses lebih lanjut.

Proses autopsi itu dilaksanakan selama kurang lebih 1,5 jam. Hastry dibantu puluhan mahasiswa dan calon dokter spesialis dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

”Hasil visumnya nanti akan saya berikan kepada Pak Kasatreskrim Polres Jepara,” pungkas Kombes Hastry. (MIKJPR-01)

Reporter : MK/NS
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here