Gelar Apel Siaga Bencana, Jepara Kerahkan Semua Elemen Hadapi Musim Penghujan

MIKJEPARA.com, JEPARA – Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta memimpin apel gabungan siaga bencana di Halaman Sekretariat Daerah Jepara, Selasa (12/12/2023). Apel lintas sektor ini fokus menghadapi bencana banjir, longsor dan angin puting beliung.

Apel ini juga untuk melihat kesiapan sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi bencana alam di kota ukir. Baik sumber daya manusia maupun kesiapan saran prasarana. Di apel ini juga dihadirkan sejumlah perlengkapan penanganan kebencanaan mulai dari ambulance, perahu karet, mobil pemompa air hingga mobil dapur umum.

Ratusan personel gabungan dari unsur TNI-Polri, SAR, Relawan ikuti apel gelar pasukan siaga bencana di Halaman Sekretariat Daerah Jepara, Selasa (12/12/2023)

Hadir dalam apel ini Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Ketua Pengadilan Agama Jepara Hendi Rustandi, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Jepara. Apel diikuti oleh semua potensi SAR yang ada di Jepara termasuk TNI/Polri.

Edy Supriyanta menyampaikan jika posisi Kabupaten Jepara dalam Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) terus membaik. Berdasar IRBI tahun 2022, Jepara berada di peringkat ke-13 Jawa Tengah, masuk dalam Kelas Risiko Sedang. Selama 4 tahun terakhir, skor indeks risiko bencana di Jepara berhasil kita tekan dari 163,20 pada tahun 2019, menjadi 148,77 (2020), lalu 135,11 (2021), dan 122,27 pada tahun 2022.

“Alhamdulilah dari tahun ke tahun terus membaik. Tahun 2022 kita menduduki peringkat 13 dengan tingkat resiko sedang di Jateng,” tandasnya.

Edy menyatakan jika menurut prakiraan BMKG, puncak musim penghujan di Kabupaten Jepara terjadi di bulan Januari sampai April 2024. Kondisi ini harus diwaspadai berbagai potensi bencana yang muncul.

“Kalau di Kabupaten Jepara terdapat 4 bencana yang sering terjadi pada musim penghujan antara lain banjir, banjir rob, puting beliung, dan tanah longsor,” ungkapnya.

Edy Supriyanta menjelaskan salah satu upaya antisipasi banjir di wilayah Jepara antara lain dilakukan pengerukan di Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) I dan SWD II yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Selain itu Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada tahun 2024 sebesar Rp6 miliar guna penanganan bencana.

“Saya minta komunikasi dari tingkat bawah melalui petinggi dan camat dapat ditingkatkan. Sehingga kesiapsiagaan bencana ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Usai apel, orang nomor satu di Jepara itu mengecek sejumlah saran prasarana penanganan kebencanaan. Kemudian dilanjutkan Rapat Koordinasi Kebencanaan lintas sektor di Aula Gedung OPD Bersama. (MIKJPR-01)

Reporter : AND/NS
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here