Gelar Rakor FPRB, Kuatkan SDM dalam Giat Penguragan Risiko Bencana di Jepara

0
9

MIKJEPARA.comJEPARA – Rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Jepara diselenggarakan pada Rabu (23/11/2022) bertempat di Sanggar Kwarcab Pramuka. Sejumlah anggota forum pun turut menghadiri, yang terdiri dari lintas stakeholder yang berkecimpung di kebencanaan.

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) serta meningkatkan kualitas SDM dan hubungan antar pelaku atau relawan pengurangan risiko bencana, mulai tingkat bawah hingga atas.

Rapat Koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Jepara dilaksanakan pada Selasa (23/2/11/2022) bertempat di Sanggar Pramuka Kwarcab Jepara. (Foto : FPRB)

Rapat yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara ini digelar mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan di penghujung tahun 2022.

Diikuti sedikitnya 25 peserta dari unsur stakeholder, baik dari unsur TNI-Polri, OPD, Lembaga, Instansi, Ormas yang ada di Jepara. Baik dari elemen pemerintah, masyarakat serta dunia usaha.

Pada pelaksanaan rakor tersebut juga turut dihadiri dan dibuka Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara yang diwakilkan Sekretaris BPBD, serta ketua FPRB Jepara, Fathur Rohman.

Kalak BPBD Jepara dalam sambutannya, menyinggung terkait penanggulangan bencana, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rakor penanggulangan bencana tahun 2021, mengungkapkan, hal yang utama dalam penanggulangan bencana yakni ketika pelaksanaan di lapangan.

“Bukan hanya membuat aturannya saja, kebijakan pengurangan risiko bencana terintegrasi dari hulu ke hilir, penyelanggaraan manajemen tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi serta peringatan dini dilakukan secara cepat dan akurat, serta edukasi dan literasi kebencanaan terus ditingkatkan mulai dari lingkup keluarga,” tulis pesannya.

Sementara itu Ketua FPRB Jepara, Fathur Rohman dalam sambutannya mengingatkan kembali peran masing-masing instansi, lembaga, maupun ormas untuk saling bersinergi dalam penguatan kelembagaan forum. Hal ini bisa menjadi modal dalam rangka melakukan langkah pengurangan risiko bencana.

“Ini yang harus ditindaklanjuti sampai tingkat paling bawah termasuk oleh kita Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara,” jelasnya.

Lanjut Fathur, misalnya terkait menghadapi bencana hidrometeorologi terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan seperti pertama, memangkas daun dan ranting pada pohon-pohon besar. Kedua, tidak membuang sampah sembarangan.

Ketiga, Menjaga kebersihan lingkungan. Keempat, membersihkan saluran air hingga sungai. Kelima, selalu memperbarui informasi perkiraan cuaca dari sumber yang kompeten.

Keberadaan relawan sangat penting dalam bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan PRB atau dalam menghadapi suatu bencana maupun pasca bencana. SDM sesuatu hal yang sangat penting, semua sarana prasarana termasuk aplikasi apapun harus dikuasai SDM yang dibutuhkan.

“Jika masih ada yang beranggapan bahwa kita ini hanya reaktif apabila terjadi bencana, maka kita kurangi hal tersebut menjadi preventif melakukan mitigasi,” pungkasnya.

Dari berbagai elemen tersebut, diharapkan bisa selalu melakukan update di media sosial tentang langkah-langkah yang telah diambil dalam rangka pengurangan risiko bencana. Agar masyarakatpun tahu dan teredukasi dari kegiatan yang telah terlaksana. (MIKJPR-01)

Reporter : DA/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan