Angka Kasus DBD Jepara Naik, Forum Jepara Sehat Ajak Masyarakat Lakukan 3M

MIKJEPARA.comJEPARA – Angka kasus demam berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Jepara kian melonjak. Kondisi ini membuat Kementerian Kesehatan RI pun turun tangan terkait kejadian tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jepara, per Selasa (5/3/2024) ada 886 kasus dengan 19 orang diantaranya meninggal dunia.

Gerakan 3M dalam rangka pencegahan penyebaran DBD.

dr. Dwi Susilowati, Ketua Forum Kabupaten Jepara Sehat (FKJS) menjelaskan mengenai Indikasi kenaikan kasus DBD di Jepara sudah nampak beberapa pekan lalu, dan menurutnya hal ini adalah siklus 5 tahunan yang terjadi dibeberapa daerah.

Meskipun begitu, kita semua berharap agar penyakit DBD di Jepara bisa ditekan sedemikian efektif. Baik melalui langkah Preventif yang dilakukan pemerintah daerah maupun masyarakat secara sadar dan serentak. 

“Jika dilihat trennya, di awal tahun 2024 ini kasus DBD Jepara sangat tinggi. Sehingga yang penting dilakukan oleh masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai terinfeksi penyakit DBD,” terang dr. Dwi Susilowati saat memimpin rapat FKJS pada Selasa (5/3/2024).

Wanita yang juga pernah bertugas sebagai direktur RSUD Kartini Jepara ini mengimbau pada masyarakat untuk menggiatkan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara massal dan serentak.

Gerakan ini cukup mudah, yakni dengan melaksanakan 3M Plus. Yaitu membuang barang-barang bekas, menutup tempat penampungan, dan juga menguras tempat penampungan air.

Selain itu juga bisa dilakukan kegiatan preventif plus-plus lain yang bisa mencegah penyebaran DBD. Seperti menggunakan kelambu, menghindari kebiasaan menumpuk atau menggantung pakaian, juga menggunakan lotion anti nyamuk.

“Di kampung-kampung sejatinya juga sudah ada para ibu-ibu jumantik atau juru pemantau jentik nyamuk. Harapannya di masa-masa waspada DBD seperti ini, pelaksanaan pemantauan jentik harus digencarkan. Ini penting untuk menghindari penyebaran DBD,” tegas Susi.

Hingga hari ini, jumlah pasien meninggal akibat DBD Jepara, berdasarkan data tersebar di beberapa desa yakni Desa Bulu, Ngeling, Sowan Lor, Bugel, Pulodarat, Panggang, Troso, Karanggondang, Suwawal, Keler, Kerso dan Ngabul.

Karena penyakit DBD cukup berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan cermat. Maka ia harap vaksin demam berdarah dengue, juga menjadi kunci preventif dalam mengurangi risiko penularan dan dampak penyakit tersebut.

“Maka, kunci dari pencegahan DBD adalah 3M Plus dan vaksinasi. Mari masyarakat melaksanakan 3M Plus dan Vaksinasi guna mewujudkan nol kematian akibat dengue,” pungkasnya. (MIKJPR-01)

Reporter : AND/SW
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here