Masa Pandemi Covid-19, Omset Penjualan Tenun Troso Naik 4 Kali Lipat

0
30

MIKJEPARA.com, JEPARA – Wabah pandemi covid 19 yang terjadi dua tahun lebih tidak berdampak kepada sentra pengrajin kain tenun troso di desa Pecangaan KabupatenJepara.  Para pengrajin kain tenun troso ini malah kebanjiran order lewat penjualan online. 

Menurutnya dengan lewat online ini para pembeli datang dari berbagai Negara seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Akibat dampak pandemi Covid 19 semua sektor berhenti total baik itu sektor industri maupun pangan. Namun hal tersebut tidak berdampak kepada sentra pengrajin kain tenun troso di Kecamatan Pecangaan. 

Meski terdampak pandemi Covid 19 industri tenun troso tetap berproduksi. Bahkan kenaikan bisa mencapai empat kali lipat dibandingkan sebelum pandemi.

Seperti yang dialami oleh Lis Farikoh pengrajin kain tenun troso asal desa Troso, Pecangaan ini. Meski ada wabah pandemi Covid 19 dirinya tidak khawatir dengan hal tersebut karena untuk produk tenun troso yang dia miliki di jual secara online.

“Masa pandemi usaha kami penjualannya malah meningkat. Kini penjualan sudah merambah ke luar negeri seperti Malaysia ,Thailand, dan Singapura,” kata Lis Farikoh.

Selama pandemi Covid 19, lanjut dia, permintaan kain terus meningkat dibandingkan sebelumnya. Untuk memasarkan kain tenun troso buatannya ini melalui online dan lewat reseller yang ada di beberapa negara yang sudah menjadi langganan penjualan kain tenun Troso hasil produksinya.

“Dari awal pandemi Covid 19 kami terus melakukan produksi, bahkan tidak pernah meliburkan belasan pekerjanya. Untuk kain tenun troso blanket berbagai corak dan motif di jual dari harga 100 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah per potongnya. Meski terdampak pandemi kami tetap bersyukur bisa menjual produknya lewat online dan pesanan terus meningkat,” pungkasnya. (MIKJPR-01)

Tinggalkan Balasan