Puluhan Pengrajin Kayu Blora, Boyong ke UNISNU Belajar Ukir Jepara

0
6

MIKJEPARA.comJEPARA – Berada di ujung utara pulau jawa, Kabupaten Jepara dikenal masyarakat umum sebagai penghasil karya seni kayu yang beraneka ragam jenisnya. Hingga membuat daerah sekitar menyematkan Jepara sebagai kota ukir.

Para pemuda Jepara lebih memilih bekerja di pabrik ketimbang menekuni seni ukir itu sendiri. Hal ini ternyata ditangkap sebagai peluang bagi Kabupaten Blora.

Para pengrajin kayu dari Blora sedang belajar mengukir kayu di area workshop kampus UNISNU Jepara. (Foto : Humas)

Saat ini, Pemkab Blora juga tengah berusaha mengangkat potensi daerah yang bersumber dari bahan dasar kayu. Sedangkan kita tahu, wilayah Kabupaten Blora berada di kawasan Kendeng merupakan kawasan hutan, khususnya hutan jati. Dari luas wilayah keseluruhan, yakni sebesar 1.821 km2, hampir 50% wilayah Kabupaten Blora adalah hutan negara dan hutan rakyat.

Memiliki potensi tersebut, Bupati Blora berinisiatif menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU) Jepara melalui Program Studi Desain Produk menyelenggarakan pelatihan ukir bagi perajin asal Blora, sejak Senin-Sabtu (10-15 Oktober 2022) di kampus Unisnu Jepara.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU antara UNISNU Jepara dengan Pemerintah Kabupaten Blora pada Juni 2022 lalu. Hal ini sekaligus implementasi kampus dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berupa penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sebelum dilaksanakan pelatihan ukir, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) antara Ketua Prodi Desan Produk UNISNU Jepara Dwi Agus Susila, dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora Endro Budi Darmawan.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Blora mengirimkan 10 (sepuluh) perajinnya untuk belajar ukir secara langsung dengan pakarnya, mulai dari teori hingga praktek di kelas.

“Upaya ini dilakukan Pemkab Blora untuk meningkatkan nilai jual produk mebel asal Blora, serta membuka wawasan yang lebih luas kepada perajin tentang seni ukir,”. Ungkap Endro Budi pada sambutan pembukaan acara pelatihan ukir.

Sementara itu, Rektor UNISNU Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, mengemukakan bahwa seni ukir itu membutuhkan keterampilan seperti halnya seni rupa, perlu mempersiapkan kerangka desain yang akan diukir, dan untuk mengembangkan keahlian seni ukir juga perlu banyak mengenal model, bentuk gaya untuk menghasilkan suatu produk ukir.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Blora atas tindak lanjut dari MoU, semoga kegiatan pelatihan ukir sebagai langkah awal dan tidak berhenti sampai di sini. Prodi Desain Produk Unisnu Jepara berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan budaya seni ukir Jepara, terima kasih juga kepada para dosen yang selalu setia dalam mengembangkan ilmu tersebut,”. terang Rektor pada sambutan pembukaan kegiatan pelatihan ukir, yang sekaligus membuka acara.

Pelatihan tersebut dipandu oleh 6 instruktur dan pakar ukir dari unsur dosen Prodi Desain Produk Unisnu Jepara, yakni Ir. Gun Sudiryanto, Jati Widagdo, Drs. Sutarya, Dwi Agus Susila, Achmad Zainudin, dan DS. Drajad Wibowo.

Wakil Rektor Bidang III Unisnu Jepara Ir. Gun Sudiryanto, yang juga turut memberikan materi dalam kegiatan ini menjelaskan sebetulnya banyak pelaku usaha kayu dari Blora yang berminat untuk dilatih di UNISNU, namun diharapkan bisa bertahap. (MIKJPR-01)

Reporter : zak/xpo
Editor : Haniev

Tinggalkan Balasan