Kaji Cepat Hasil Temuan Benda Bersejarah Abad-17 dari Bawah Laut Teluk Awur

0
10

MIKJEPARA.com, JEPARA – Peneliti Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Kementrian Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan benda yang merupakan peninggalan sejarah pada sekitar abad 16-17.

Temuan yang ada di dasar laut perairan Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Penemuan barang bersejarah di dasar laut di perairan Teluk Awur ini cukup mengejutkan dan menjadi sorotan warga terutama nelayan setempat.

Sejumlah stakeholder berkoordinasi dengan Balai Pelestari Kebudayaan (BPK)
Kementrian Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini. (Foto : Kec. Tahunan)

Bahkan selama sepuluh hari ini, Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Kementrian Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) lakukan penelitian terhadap benda peninggalan abad 16-17 tersebut dengan beberapa pihak terkait.

Berbagai benda diduga peninggalan sejarah seperti fragmen yang meliputi fragmen kayu, keramik, gerabah, batu balas berbahan andesit dan tanah liat bakar tersebut diduga merupakan benda bersejarah yang banyak diperjual belikan pada masa itu. 

“Ada 17 benda bersejarah di dasar laut itu ditemukan,” kata Arkeolog BPK Wilayah X Riris Purbasari.

Berdasarkan hasil penelitian sementara, benda ditemukan seperti tempayan-tempayan keramik itu diperkirakan berasal dari abad 16-17. Sehingga untuk mengamankan benda purbakala dan masuk dalam cagar budaya tersebut telah dilakukan mengeksplorasi kekayaan sejarah di perairan Teluk Awur, Jepara.

Eksplorasi berlangsung selama sepuluh hari, lanjut Riris Purbasari, dengan menelusuri perairan tersebut selama sepuluh, namun sementara ini baru dilakukan pada titik dibagian kecil sekitar 3.600 meter persegi, sedangkan jumlah titik lain yang masih akan dilakukan penelitian sebanyak delapan lokasi.

“Kita membutuhkan penyelam tambahan untuk dapat melakukan menelusuran dan survai di seluruh kawasan tempat penemuan benda cagar budaya tersebut,” ujar Riris Purbasari.

Sementara itu, Camat Tahunan Nuril Abdillah mengungkapkan bahwa hasil pertemuan kemarin dengan pihak Kemendikbudristek masih membahas seputar pengamanan lokasi temuan. Pihaknya berharap semua warga bisa menjaga kawasan tersebut.

“Kita masih koordinasikan dengan pemdes dan warga sekitar, untuk turut menjaga dan mengamankan, untuk saat ini temuannya masih berupa guci, batu bata kuno dan serpihan kapal kuno,” ungkapnya.

Sebagai langkah pengamanan benda-benda cagar budaya yang merupakan peninggalan sejarah itu, telah dibentuk kelompok masyarakat pengawas yang berasal dari kalangan nelayan di sektor pariwisata dan nelayan perikanan tangkap. (MIKJPR-01)

Reporter : AND/SW
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here