Laporan Persijap Ditolak, Komdis PSSI Pilih “Lenggangkan” Gresik United Bebas dari Sanksi

MIKJEPARA.com, JEPARA – Komite Disiplin PSSI menolak laporan banding Persijap Jepara atas pelanggaran yang dilakukan Gresik United FC dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, pada Selasa (14/10/2023) lalu.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Hamdi itu Persijap Jepara menilai Gresik United bertanding tidak mematuhi regulasi. Skuat Laskar Joko Samudro tidak menurunkan pemain U-21 selama 45 menit.

Laga Gresik United x Persijap Jepara Liga 2, baru-baru ini

Padahal jika sesuai dengan regulasi Liga 2, setiap klub diharuskan memainkan pemain U-21 minimal selama 45 menit. Namun saat itu yang dilakukan Gresik United, mereka mengganti pemain U-21 dengan pemain senior.

Hal itu terjadi saat pertandingan baru memasuki menit ke-28, Pelatih Gresik United Rudy Eka Priyambada mengganti pemain mudanya Rafli Saysar Putra Balitar dengan pemain senior Muhammad Faisol Yunus.

Kendati Persijap Jepara sudah menyodorkan laporan pelanggaran di lapangan, namun Komdis PSSI memiliki penilaian berbeda. Gresik United dinilai tak melanggar regulasi yang sudah ada.

Pelatih Persijap Jepara Alfiat mengaku tidak puas atas putusan Komdis PSSI. Menurutnya, Komdis PSSI menolak laporan tanpa memperhatikan keterangan dan fakta yang disampaikan Persijap.

“Ketua komdis tidak mau mendengarkan, kita sudah siapkan bukti- bukti semua kejadian. belum sampai kita menjelaskan ketua komdis langsung menghentikan. Ketua komdis bilang anggap saja tidak ada kejadian. kata ketua komdis tim Gresik sudah mau bersumpah,” kata Alfiat, Selasa (5/12/2023).

Dalam persidangan tersebut Gresik United melakukan pembelaan dengan dalih Pemain U -21 yang diganti tersebut cedera. 

Alasan ini bagi Persijap janggal. Karena saat Gresik United melakoni laga tandang ke Cilacap Sabtu (21/10/2023), Rafli ikut dibawa dan mengikuti latihan resmi tim di kandang PSCS, Stadion Wijayakusuma.

Dokter tim Persijap Ari Setiawan mengungkapkan alasan Gresik United mengganti pemain karena faktor cedera jelas mengada-ada.

Dalam analisanya melalui rekaman video. Pada menit 9 detik 40 terjadi benturan dan pemain tersebut Rafli masih berlari normal.

Pada menit 23 detik 40 pemain tersebut berlari cepat atau sprint dan masih berjalan normal. Menit 25 detik 6, pemain tersebut masih bisa berjalan.  

Namun dari pengakuan tim dokter Gresik pemain tersebut dinyatakan cedera engkel. Dan juga pengakuannya cidera 2 titik muscle strain dan hamstring kaki kanan grade 1.

Dokter Ari Setiawan juga heran dengan kondisi cedera grade 1 di 2 titik recovery atau pemulihan memakan waktu 1-2 pekan, tetapi kenyatannya pemain tersebut dibawa ke Cilacap. 

“Sampai saya bertanya kepada tim dokter Gresik kalau memang bisa menyembuhkan pemain dalam waktu kurang sepekan, kami akan konsultasi atau kirim pemain yang cedera untuk ke sana, namun mereka bungkam,” kata Aris. (MIKJPR-01)

Reporter : MO/DA
Editor : Haniev

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here